DPP Peradmi Perluas Bentuk DPD Tanggerang Raya Guna Profesionalitas

Iklan Semua Halaman

.

DPP Peradmi Perluas Bentuk DPD Tanggerang Raya Guna Profesionalitas

Media DPR
Minggu, 21 Juni 2020

JAKARTA | MEDIA-DPR.COM,  Untuk meningkatkan eksistensi  Profesi Advokat diperlukan jaringan yang luas tentu untuk membantu masyarakat dalam memperoleh keadilan yang hakiki. Hal ini tak luput dari cita-cita mulia dan terhormat profesi advokat (officium nobile), sesuai dengan pasal 8 huruf a.

Seperti diketahui dalam menjalankan profesi selaku penegak hukum di  pengadilan sejajar dengan Jaksa dan Hakim,  dalam melaksanakan profesinya berada dibawah perlindungan hukum, undang-undang dan Kode Etik ini.


Tak pelak Perkumpulan Advokat Muslim Indonesia (PERADMI) memperluas organisasinya ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.Seperti 
pada hari Sabtu (20/06/2020) pagi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERADMI membentuk dan menyerahkan SK Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Peradmi Tangerang Raya, Provinsi Banten, yang dilaksanakan di aula sekretariat DPD PERADMI Tangerang Raya.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Peradmi, Ade Muhamad Nur kepada sejumlah media  seusai penyerahan SK dan Kartu Tanda Anggota (KTA) PERADMI mengatakan, dengan terbentuknya Peradmi di Tangerang Raya, menjadikan kepengurusan Peradmi di tingkat daerah terus bertambah dari minggu ke minggu, beberapa waktu lalu Peradmi DPW Provinsi Banten telah terbentuk.

“Walau saat ini kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Peradmi mampu perluas kepengurusannya di daerah-daerah lain, baik itu tingkat DPW atau Provinsi maupun tingkat daerah (DPD),” ujar Ade Muhamad Nur seperti release yang diterima redaksi MEDIA-DPR.COM, di Jakarta, Minggu, (21/06/2020).

Masih menurut Ade dalam paparannya menyatakan, dalam ranah hukum Indonesia, terdapat empat pilar yang menjadi penyangga utama dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Empat pilar ini terdiri dari unsur penyidik (kepolisian), penuntut (kejaksaan), hakim (pengadilan) dan advokat (penasihat hukum).

“Keempat pilar ini memiliki kedudukan yang sama dan tidak ada satu yang lebih tinggi dari yang lainnya. Jika salah satu pilar patah, maka dapat dipastikan hukum tidak akan bisa berdiri tegak,” terang Ade Muhamad Nur yang juga pendiri PERADMI.

Ditempat yang sama Ali Mitro sebagai Ketua PERADMI DPD Tangerang Raya mengatakan, bahwa advokat harus mempunyai keterampilan tinggi dalam menelaah suatu kasus yang sedang ia hadapi. Advokat harus mempunyai ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisa kasus tersebut dan juga harus selalu peka terhadap situasi atau kondisi dengan cepat, cermat, dan tepat terutama berkaitan dengan pengambilan keputusan.

“Untuk menempuh pendidikan tinggi hukum dan mengikuti profesi advokat (PKPA) yang tentunya harus dilakukan oleh organisasi advokat, jadi Peradmi yang bisa bekerjasama dengan institusi lain untuk melaksanakan pendidikan khusus profesi advokat,” imbuhnya.

Tak ketinggalan  Prof. Dr. Suhendar menyatakan, dengan terbentuknya Peradmi di Tangerang Raya, tentunya tak lepas dari kesuksesan pelaksanaan kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang pertama beberapa bulan yang lalu sebelum mewabah Covid-19.

“Mudah-mudahan kita semua terus berdo’a agar wabah virus yang mematikan itu segera musnah, dan agenda kegiatan yang utamanya PKPA dapat kita laksanakan lagi,” tandasnya.(S. Handoko/Jnn)
close
Info Pasang Iklan