Komunitas Peduli Kemanusiaan Andra Resmikan RUTILAHU Kampung Pasir Puspa Cimaung Bandung -->

Iklan Semua Halaman

Komunitas Peduli Kemanusiaan Andra Resmikan RUTILAHU Kampung Pasir Puspa Cimaung Bandung

Media DPR
Minggu, 21 Juni 2020

BANDUNG | MEDIA-DPR.COM, Komunitas Peduli Kemanusiaan Andra bersama
MS Andra Wahyu H, SH meresmikan RUTILAHU diwilayah RT.03/RW.08, Kampung Pasir Puspa, Desa Campaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, hari Jumat 19/6/2020.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh langsung oleh Team Peduli kemanusiaan andra, Ketua LMDH Gunung Puntang Abah Onil, Ketua RW.08 Nurman, ,Ketua Kampung Manan, dan warga masyarakat,
dalam peresmian tersebut MS Andra Wahyu H, SH menyampaikan bahwa, saya sangat bahagia sekali ditengah keterbatasan sebagai warga biasa dapat melakukan hal yang berguna untuk masyarakat.

Melakukan sesuatu, untuk membantu warga masyaraakat kita tidak harus menunggu harus jadi pejabat atau dewan terlebih dulu, akan tapi hanya memerlukan sedikit rasa empati dari kita kepada masyarakat, ucapan beribu-ribu terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan donatur untuk cinta kalian yang begitu besar karena tanpa cinta mungkin ini semua tidak akan terjadi, saya juga berharap kepada para donatur bisa merasakan kebahagiaan seperti yang saya rasakan, semoga Tuhan selalu menjaga kalian, serta memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki yang berlimpah, tandasnya


Dalam kesempatan yang sama Manan selaku sesepuh menyampaikan, kami tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengucapkan sangat berterima kasih sekali kepada Andra dan team peduli kemanusiaan yang lain,bukannya kami selama ini tidak mengusahakan perbaikan rumah Mamat tetapi usaha kami tidak pernah berhasil.

Sementara itu ditempat yang sama Nurman  ketua RW 08 dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas Kepedulian dan bantuannya dari Komunitas Kemanusiaan Andra terhadap warga masyarakat kami, di antaranya yaitu bantuan sebako, satu   
ekor kambing, dan RUTILAHU yang sedang di resmikan saat ini dengan masa pengerjaan  11 hari.

Begitu juga Mamat dan  Eman ( anaknya ) yang keseharian bekerja sebagai buruh panggul bambu tidak bisa banyak berkata-kata hanya mengucapkan terima kasih atas bantuannya.( Ayi. S /Jnn )
close
Info Pasang Iklan