Plt Direktur RSUD Kota Probolinggo Positif Covid-19

Iklan Semua Halaman

.

Plt Direktur RSUD Kota Probolinggo Positif Covid-19

Media DPR
Minggu, 13 September 2020

PROBOLINGGO MAYANGAN | MEDIA-DPR.COM, Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar HS Kuddah dinyatakan positif Covid-19. Kondisinya berstatus suspect. Dia pun wajib melakukan isolasi mandiri.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh dr Abraar saat dikonfirmasi melalui telepon, kemarin (12/9). Menurutnya, dia tahu dirinya positif bertepatan dengan ulang tahun putrinya pada 9 September.

Dijelaskan Abraar, beberapa waktu sebelumnya dia dan kepala OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo melaksanakan tes swab masal. Hasil swab itu turun pada 9 September. Abraar pun dinyatakan positif.

Tidak hanya Abraar yang dinyatakan positif. Menurut informasi di lapangan, Kabag Hukum Titik Widayawati juga positif. Namun, Abraar enggan memberikan kepastian tentang hal itu.

“Hasil swab saya memang ada virus, tapi kondisinya ringan. Kalau hasil yang lain bisa ditanyakan ke dr Ida (Plt Kepala DP2KB),” ujarnya.

Meskipun dokter bedah senior itu dipastikan positif, namun semua kegiatan di RSUD berlangsung seperti biasa. Semua tugas masih dilakukan dengan sistem work from home (WFH). Seperti, tugas-tugas administrasi sebagai Plt direktur.

“Kalau untuk tugas Plt, masih terus dilakukan. Dokumen tetap perlu ditandatangani dan tetap pakai protokol kesehatan seperti handscone. Roda rumah sakit jangan sampai terhenti hanya karena 1-2 orang terkonfirmasi positif. Pelayanan ini lebih dibutuhkan,”

Namun, semua kegiatan operasi Abraar dialihkan. Selama 1-2 minggu ini, dia tidak melakukan operasi. Semua kegiatan operasi dialihkan ke dr Yusni.

Adapun isolasi mandiri dilakukan pada Abraar karena statusnya suspect. Selain itu, kondisi rumah memenuhi standar untuk isolasi mandiri. Di antaranya, sirkulasi udara baik. Isolasi mandiri ini dilakukan sejak 9 sampai 23 September 2020.

“Dengan keluarga tetap interaksi, tapi di dalam rumah. Keluarga saya ya pakai masker, pakai face shield. Alat makan, pakaian kotor, juga dipisahkan dari yang digunakan oleh keluarga,” terangnya.

Selama isolasi mandiri, Abraar mengaku lebih banyak waktu luang dibandingkan sebelumnya. Meskipun ada pekerjaan yang dilakukan dari rumah, tapi waktu bekerja tidak sebanyak sebelumnya.

“Kalau dulu mungkin susah menyelipkan waktu buat Duha, sekarang bisa. Akhirnya lebih banyak waktu untuk merefleksi diri,” ujarnya. (Agus)
close
Info Pasang Iklan