Hubungan Kades Desa Baru dan BPD Memanas Berdampak Lambatnya Pencairan Dana P2D

Iklan Semua Halaman

.

Hubungan Kades Desa Baru dan BPD Memanas Berdampak Lambatnya Pencairan Dana P2D

Media DPR
Selasa, 17 November 2020


 

SAROLANGUN JAMBI | MEDIA-DPR.COM, Gejolak kisruh kurang harmonisnya hubungan Kepala Desa Baru Kecamatan Air Hitam dan BPD akhir-ahir ini membuat lambatnya pencairan dana Program Percepatan Pembangunan desa ( P2D) tahun 2020.

Retaknya hubungan antara sang kades dan para anggota BPD ini sudah berlangsung lama bahkan ada indikasi ke arah ingin memakzulkan sang kepala desa M.Kausari dari jabatannya sebagai (PAW)Namun dampak dari perseteruan yang tak kunjung selesai membuat roda pemerintah Desa Baru seakan jalan di tempat. Akibat yang timbul dari konplik yang terjadi itu berimbas kepada sembilan desa yang ada di Kecamatan Air hitam hanya desa baru yang molor dan belum mencairkan dana P2D yang menjadi Program unggulan Pemda Sarolangun saat ini untuk peningkatan ekonomi di bidang Ketahanan pangan.

Terkait hal tersebut kades desa baru saat di konfirmasi tidak ada rumah dan kantor desa pada Senin
16/11/2020 dan belum berhasil di temui hingga saat ini dan belum bisa dimintai tanggapannya terkait perseteruan tersebut,menurut warga sekitar pak Kausari Sering ke kebun terang warga.

Camat Air Hitam Bustra Desman. SE saat di temui  juga tidak ada di kantor nya menurut stafnya lagi dinas luar, Kepala seksi pemerintahan Gati membenarkan bahwa dari sembilan desa yang ada di kecamatan air hitam hanya desa baru yang belum mencairkan dana P2D kita sudah pangil kepala desa nya agar dapat melengkapi berkas untuk di ajukan supaya dana P2D di cairkan terang Gati .

Sekcam Air Hitam Haryono.SH terkait kisruh dan tidak harmonis hubungan kades desa Baru
M.Kausari dan BPD akhir ini tidak.di tepis dan di bantah nya menurut nya hal yang semestinya tidak harus terjadi namun lain halnya untuk desa Baru.Langkah yang telah kita lakukan adalah memanggil BPD yang kebetulan  yang menjadi BPD di desa baru itu ada dua orang yang menjadi staf di kantor camat ujarnya.Kita sudah meminta keterangan dari mereka agar hal ini bisa di selesaikan agar tidak menimbulkan gejolak di desa namun yg menjadi hambatan kita adalah minimnya para tokoh yang bisa di ajak berkomunikasi agar turut serta dan duduk bersama dalam mencarikan jalan keluar dan menyelesaikan Perkara  kemelut dua institusi pemerintah desa Baru terangnya .

Ketika di tanya sejauh mana penyelesaian hal tersebut di paparkan nya bahwa untuk lebih jelas nya dalam hal ini ada pimpinan kita karena hal ini sudah di tangani atasan kita jadi kita sejauh mana  tingkat penyelesaian Kita tidak tahu lebih detil tutupnya.

Kepala dinas PMD Kabupaten Sarolangun saat di komfirmasi diruang kerjanya Selasa 17/11/
2020 mengatakan bahwa hubungan antara Kepala desa dan ketua BPD desa baru ini
hanya miskomunikasi saja lebih lanjut disampaikan oleh Mulyadi antara BPD dan Kades bertolak belakang akibat ada hal yang di sampaikan oleh BPD pada  prinsifnya adalah dalam ranah kewajaran karena ada perbedaan pandangan dalam menyikapi hal anggaran sehingga terjadi miskomunikasi dan berujung ketidak harmonisan di antara mereka.Saya sudah panggil kades desa baru M.Kausari untuk mengklarifikasi hal yang berkembang dan sudah saya sampaikan apa yang menjadi hak dan kewajiban BPD selaku pengawas itu hal yang wajar,apa lagi hanya ingin melihat RAB terkecuali BPD memintak RAB itu yang tidak boleh ujar Mulyadi.

Ketika di tanya sejauh mana penyelesaian konplik antara BPD dan kades,di paparkan nya Hal itu  menjadi kewenangan camat untuk menyelesaikan jadi hal itu menjadi Ranahnya Camat terang kadis PMD Mulyadi.

Penulis : Asmara

close
Info Pasang Iklan