MAHASISWA STKIP AGAMA HINDU KELOLA SAMPAH PLASTIK JADI PRODUK UNGGULAN BUMDES JINENGDALEM

Iklan Semua Halaman

.

MAHASISWA STKIP AGAMA HINDU KELOLA SAMPAH PLASTIK JADI PRODUK UNGGULAN BUMDES JINENGDALEM

Media DPR
Minggu, 08 November 2020

 

 

BULELENG BALI | MEDIA-DPR.COM Karena sudah menjadi kebiasaan, banyak masyarakat membuang sampah sembarangan tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya. Apalagi sampah plastik yang membutuhkan waktu puluhan tahun terurai oleh alam. Sampah memang menjadi masalah bila tidak di kelola dengan baik. Saat ini musim penghujan akan tiba maka banjir bisa terjadi kapan saja tanpa kita ketahui.

Dari perpaduan ide dan teknologi saat ini yang sudah semakin canggih membuat mahasiswa STKIP Agama Hindu Singaraja melalui UKM Kewirausahaan mengusulkan Program Holistik Pembinaan dan Pemerdayaan Desa (PHP2D) dengan judul “Pembinaan dan Pemerdayaan Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah Desa Menuju Produk Unggulan BUMDesa Jinengdalem, Buleleng-Bali.”


 

Limbah sampah desa yang volumenya mencapai sekitar 4 ton per bulan serta tidak tersedianya tempat pengolahan sampah di Desa Jinengdalem membuat para Mahasiswa STKIP Agama Hindu Singaraja untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat desa Jinengdalem. Sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008, PERPRES No 83 Tahun 2018 Dan Peraturan Bupati Buleleng NO 39 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ramah lingkungan.

Tim Pelaksana PHP2D di Desa Jinengdalem melakukan kegiatan pendampingan dibulan ke 5. Kamis (5 Nopember 2020), Hasil dari kegiatan PHP2D ini meliputi: (1) Tim Pengelola dan Pengangkut Sampah Desa bisa bersinergi dengan BUMDesa Jinengdalem dalam pengelolaan sampah desa; (2) Bank Sampah BUMDesa Jinengdalem sudah mulai aktif dan beroperasi; dan (3) sampah plastik memiliki nilai ekonomis; (4) munculnya produk paving block sebagai unggulan BUMDesa Jinengdalem; dan (5) terbukanya lapangan pekerjaan dalam pengelolaan sampah desa. Kamis (5/11/2020). 


Ketua Pelaksana Kegiatan PHP2D I Nyoman Sudiana Kepada Awak Media menyatakan, "Tujuan Kegiatan Ini Adalah Mengolah Sampah Desa Menjadi Produk Unggulan Desa, Mendorong Industri Kreatif, Serta mengedukasi Kesadaran Masyarakat Akan Lingkungan Dan Membantu Program Pemerintah". jelas Nyoman Sudiana.

Dikesempatan lain, saat bertemu dengan awak media depan Bumdes Jinengdalem, sabtu (7/11) pukul 19:00 wita, Dosen Pembimbing STKIP Agama Hindu Singaraja Gede Hendri Ari Susila S.Pd M.Or. menambahkan; "kreativitas mahasiswa sangat dibutuhkan dalam membantu permasalahan di desa sebagai contoh pengolahan sampah plastik menjadi paving block, meskipun belum mengarah ke proses “jual-beli” hadirnya program ini bisa terus dikembangkan oleh pelaku usaha di desa Jinengdalem. Sehingga kedepannya kebersihan lingkungan terjaga dan ekonomi desa akan bergerak dengan baik". ujar Gede Hendri Ari Susila. (Sumber/Gede)

close
Info Pasang Iklan