4 HARI TAK KUNJUNG PULANG, KADEK MERTAYASA DITEMUKAN TELAH MENJADI MAYAT DI DASAR JURANG

Iklan Semua Halaman

.

4 HARI TAK KUNJUNG PULANG, KADEK MERTAYASA DITEMUKAN TELAH MENJADI MAYAT DI DASAR JURANG

Media DPR
Sabtu, 02 Januari 2021

 


BULELENG-BALI | MEDIA-DPR.COM, Empat hari tidak kunjung pulang, akhirnya Kadek Mertayasa 47 tahun, warga Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu ditemukan didalam jurang dalam keadaan meninggal. Jumat (1/1/21) pukul 17.45 wita. 


Dari penuturan Putu Sukadana, tetangga korban mengatakan Kadek Mertayasa yang biasa dipanggil Kadek Klatir, pergi dari rumahnya sejak 4 hari lalu, dari pihak keluarganya bersama dirinya sempat melakukan pencarian ketempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh korban apabila pergi dari rumahnya. 



Karena belum diketemukan dan sudah empat hari belum juga pulang, akhirnya pihak keluarga melaporkan ke Polsek Busungbiu. setelah dilaporkan, lalu masyarakat bersama petugas dari Jajaran Polsek Busungbiu yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Kadek Widana, SE, bersama Babinsa Koramil 1609-07 Busungbiu dan Petugas dari Basarnas Buleleng. 



Babinsa dan Basarnas yang dihubungi oleh Petugas dari Polsek Busungbiu bersama-sama melakukan pencarian, hingga akhirnya Kadek Mertayasa diketemukan meninggal dan tubuhnya sudah membengkak mengambang didasar jurang dengan posisi terlentang dengan menggunakan celana dalam warna coklat. 


Proses mengevakuasi jenasah oleh Basarnas yang dibantu oleh anggota Polsek Busungbiu serta warga masyarakat, memakan waktu cukup lama karena medan yang agak berat dan sulit dijangkau. 


Seijin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, "Almarhum memang terbiasa pergi dari rumah namun tidak sampai lebih dari 2 hari, namun kali ini tumben dia menghilang sampai 4 hari, dan karena merasa khawatir, pasalnya almarhum mengidap pnyakit Ambaiyen menahun dan sedikit mengalami gangguan mental, akhirnya kami bersama saudara yang lain melaporkan ke Polsek Busungbiu," Ungkap Kapolsek Busungbiu 

AKP I Gede Budiarta , S.H., M.H.


Dari Pihak keluarga menerima musibah yang dialami keluarganya dan mengiklaskan kepergian korban dan membikin surat pernyataan untuk tidak melakukan outopsi terhadap jenasah almarhum. (Sdn/Sumber)

close
Info Pasang Iklan