Kepala Sekolah SDN Negla Bersama Pemdes Neglawangi Adakan Sosialisasi PIP di GOR

Iklan Semua Halaman

.

Kepala Sekolah SDN Negla Bersama Pemdes Neglawangi Adakan Sosialisasi PIP di GOR

Media DPR
Jumat, 23 Oktober 2020

 


BANDUNG | MEDIA-DPR.COM, Acara sosialisasi PIP(Program Indonesia Pintar)di laksanakan di GOR Desa Neglawangi, kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat pada hari Jum'at  tanggal 23/10/2020.


Dalam acara tersebut dihadiri Kepala sekolah SDN Negla (Agus Poliman S.pd) ,para guru, kepala Desa Neglawangi (Yayan Sunadi S.I.P) , fasilitator SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) Iwan Hardiyana, PUSKESOS (Pusat Kesejahteraan Sosial) Asep Irawan beserta orang tua siswa berjumlah sekitar Seratus Orang.



Agus Poliman S.pd di sela-sela kesibukannya memaparkan kepada Media DPR.COM dengan adanya sosialisasi ini agar tidak terjadi kecemburuan sosial  terhadap pihak sekolah dan Pemerintah Desa , karena pada tanggal 01/10/2020 kemarin ada sosialisasi tentang PIP dari pihak KADISDIK (kepala Dinas Pendidikan) Kabupaten Bandung beserta stafnya Kepala Seksi Kurikulum menyampaikan adanya program PIP tingkat kabupaten Bandung dari 31 kecamatan dan hasil sosialisasi tersebut harus di sampaikan kembali kepada orang tua siswa, kebetulan saya kedatangan pihak Pemerintah Desa PUSKESOS dan bertanya kenapa banyak yang bikin SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu) sedangkan untuk membuat keterangan tersebut ada syaratnya yaitu harus berdasarkan dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), padahal untuk yang mendapatkan dari satu sekolah paling banyak 30 siswa . berharap dengan di undangnya Pemdes dan orang tua siswa   agar tidak terjadi kecemburuan sosial , sedangkan untuk yang mendapatkan bantuan agar diperlukan untuk keperluan para siswa sepenuhnya untuk menunjang pendidikan sesuai nama dari program tersebut seperti membeli seragam sekolah, tas, buku tulis, yang terpenting alat keperluan Sekolah.


Yayan Sunadi S.I.P mengamini penjelasan kepala sekolah lalu menambahkan memang acara sosialisasi ini sangat bagus sehingga orang tua siswa bisa memahami sehingga tercipta tedak terjadi kecemburuan sosial, serta untuk mendapatkan SKTM  tidak bisa pemerintah desa mengeluarkan begitu saja tetapi harus merujuk ke DTKS ungkapnya. (Ayi Supriatna)

close
Info Pasang Iklan