Satu ASN di Setda Karanganyar Positif Terpapar Covid-19

Iklan Semua Halaman

.

Satu ASN di Setda Karanganyar Positif Terpapar Covid-19

Media DPR
Selasa, 06 Oktober 2020
Foto Ilustrasi


KARANGANYAR  | MEDIA-DPR.COM,  Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di lingkungan Kantor Setda Karanganyar beinisial DW(27) dikabarkan terpapar covid-19. ASN tersebut kini dikabarkan dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Guna menghentikan potensi terjadinya penularan lebih lanjut, DKK setempat terus lakukan tracking.


Informasi yang dihimpun di kantor tempat DW bekerja, pimpinan dan para sesama staf kantor membenarkan kejadian tersebut. Namun pimpinan dan rekannya meminta agar nama kantor dan jabatan serta nama pimpinan dirahasiakan agar tidak resah.


“Memang benar Mas. Saya akui benar staf kami inisial DW terpapar positif covid-19 berdasarkan hasil swab resmi. Namun DW sudah dibawa ke RSUD Moewardi untuk diisolasi dirawat disana. 


Namun tolong rahasiakan semua ya jangan sampai kantor kami dan nama kami sebagai pimpinan terbeber ke publik” ujar pimpinan kantor tersebut saat di konfirmasi MEDIA-DPR.COM di kantornya, Senin (5/10)


Pimpinan dengan inisial AD tersebut menegaskan mengapa tidak mau disebutkan nama kantor dan dirinya untuk tujuan kondusivitas agar tidak resah.


Pasalnya jika nama kantor terbeber ke publik pelayanan bisa kacau pada ketakutan baik masyarakat atau sesama staf lainnya.


Lebih lanjut ditegaskan oleh pimpinan kantor tersebut bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan sejak stafnya diketahui positif covid-19.


“Sudah-sudah Dinkes juga sudah lakukan tracking dan sudah melakukan swab terhadap 18 staf lainnya di kantor tersebut namun hasilnya masih menunggu,” terang AD.


Sementara, Sekretaris DKK Karanganyar, Purwanti membenarkan adanya seorang ASN yang terpapar covid tersebut. Namun ASN yang bersangkutan sudah dirawat di RSUD Moewardi Solo.


“Iya benar peristiwa yang menimpa seorang ASN tersebut terpapar positip covid dan sudah terkordinasi kantor tersebut dengan Dinkes,” ungkapnya.


Purwanti menjelaskan sejak kejadian itu pihaknya langsung melakukan tracking dan swab terhadap 18 temannya.


“Saat itu begitu mendengar kejadian kita langsung bergerak lakukan sterilasasi serta tracking dan swab” pungkasnya.(GUN)

close
Info Pasang Iklan