TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Berdirinya PDI Tanggal berdirinya: "Ada dua sumber yang menyebutkan tanggal berbeda, yaitu 10 Januari 1973 (ANTARA News dan Tempo.co) dan 11 Januari 1973 (Wikipedia).
PDI terbentuk dari fusi lima partai politik, yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Murba, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan Partai Katolik.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance Minggu (11/01/2026). Kader PDI menjadi Kader PDI Pro Mega menjadi Kader DPI Perjuangan dan salah satu pendiri PDI Perjuangan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah Tapteng Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Jika dirunut lebih jauh, keberadaan PDI dapat dihubungkan dengan berdirinya PNI pada 4 Juli 1927 oleh Soekarno.
Perkembangan awal: "PDI awalnya dipimpin oleh Mohammad Isnaini, kemudian dilanjutkan oleh Sanusi Hardjadinata, Sunawar Sukowati, dan Soerjadi. Pada masa kepemimpinan Soerjadi (1986).
PDI mulai mendekati keluarga Soekarno, dan Megawati Soekarnoputri kemudian bergabung dengan partai.
Selama perkembangannya, PDI juga mengalami intervensi pemerintah Orde Baru (Orba) seperti pada Kongres I tahun 1976 dan Kongres II tahun 1981.
Munculnya PDI Pro Mega: "Perpecahan internal: Pada Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya (Desember 1993), Megawati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum, meskipun Pemerintah Orba sempat melarangnya.
Namun, pada Kongres PDI di Medan (Juni 1996), Soerjadi terpilih kembali sebagai Ketua Umum baru, dan kepemimpinan Megawati tidak diakui oleh pemerintah.
Peristiwa 27 Juli 1996: "Upaya pengambilalihan Kantor pusat PDI oleh kubu Soerjadi menyebabkan kerusuhan yang dikenal sebagai Tragedi Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli).
Peristiwa ini terjadi di sekitar Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat. Menurut catatan Komnas HAM, peristiwa ini mengakibatkan 5 orang tewas di lokasi, 11 orang tewas di rumah sakit, 149 orang luka-luka, 23 orang hilang, dan 124 orang ditahan secara paksa, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 100 miliar.
Setelah peristiwa tersebut, pendukung Megawati membentuk fraksi yang disebut PDI Pro Mega sebagai bentuk perlawanan terhadap kepemimpinan Soerjadi.
Pada masa kampanye pemilu 1997, simpatisan PDI Pro Mega bekerja sama dengan pendukung PPP dalam gerakan yang disebut Mega-Bintang untuk melawan rezim Orba dan memperjuangkan demokrasi.
Lahirnya PDI Perjuangan: "Setelah jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998, fraksi PDI Pro Mega resmi membentuk partai baru. Pada 1 Februari 1999, nama resmi partai diubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan terdaftar sebagai partai politik yang sah.
PDI Perjuangan kemudian berkembang menjadi salah satu partai politik besar di Indonesia dan pernah membawa Megawati menjadi Presiden RI pada tahun 2001-2004. Sementara itu, PDI lama resmi dibubarkan pada 10 Januari 2003.(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

