TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Astuty Marhaida Aritonang didampingi Simon Situmorang dan Freddy Antonius Pardosi, melaporkan akun media sosial Facebook atas nama Ganra Sihotang ke Polres Tapteng pada Senin (09/03/2026).
Peristiwa ini bermula pada Jum'at (06/03/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, ketika Astuty melihat postingan di akun tersebut yang juga disebarkan ke beberapa grup Facebook lainnya.
Dalam postingan tersebut disebutkan bahwa ia (disebut sebagai Rosita, Raja Olah Sibolga Tapteng) membuat proposal Natal untuk mengumpulkan dana puluhan juta dari stakeholder, pengusaha, dan perusahaan.
Namun acara tidak digelar dengan alasan bencana padahal daerah terdampak bencana tetap merayakan Natal, dengan tuduhan terselubung bahwa dana dari donatur mungkin digelapkan panitia.
Postingan tersebut juga menyertakan gambar potongan berita dari Sinur Berita tahun 2025.
Bahwa tuduhan atau pernyataan tersebut tidak benar dan telah mencederai kehormatan serta nama baik saya di ruang publik, sehingga saya melaporkannya ke Polres Tapteng Polda Sumut, guna diproses secara hukum yang berlaku di NKRI," jelas Astuty. Ia berharap pihak kepolisian segera memproses laporannya sesuai aturan hukum.
Dalam laporannya, Astuty menyerahkan empat lembar cetakan tangkapan layar unggahan sebagai bukti awal bagi penyelidikan.
Sebelumnya, pada Minggu (08/02/2026), Wartawan, LSM, dan Purna Sibolga-Tapteng menggelar refleksi diri, doa bersama, serta penyerahan tali asih kepada korban bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sibolga dan Tapteng Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Kegiatan yang digelar di Gereja GPdI Victory, Sarudik, pada Sabtu (07/02/2026) tersebut dipimpin oleh Panitia yang diketuai Simon Situmorang.
Pada kesempatan itu, Simon Situmorang menceritakan pengalamannya bersama keluarga saat mengalami banjir bandang pada 25 November 2025 lalu di Kecamatan Tukka.
Ia dan keluarganya terpaksa bertahan semalaman di rumah yang tergenang air bercampur lumpur, sebelum dievakuasi oleh warga dan tinggal sementara di rumah warga selama tiga hari.
Kemudian melanjutkan mengungsi ke rumah mertuanya. Semua barang di rumahnya tidak dapat diselamatkan akibat kondisi tersebut.(Herta UB Sinambela/Pance)

Komentar

