Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY Mengajak seluruh elemen Diaspora Indonesia Yang Bermukim dan Beraktivitas di Rusia Bersatu, Berkolaborasi, dan Bersinergi Mengambil Peran Aktif dan Nyata dalam Mendukung Agenda Besar Pembangunan Nasional. (Gambar: Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan / MEDIA-DPR.COM).
MOSKOW | MEDIA-DPR.COM. Langkah diplomatik dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Federasi Rusia terus diperkuat dan diarahkan secara fokus pada sektor-sektor utama yang menjadi penopang kemajuan, ketahanan, dan kesejahteraan bangsa.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak seluruh elemen diaspora Indonesia yang bermukim dan beraktivitas di Rusia untuk bersatu, berkolaborasi, dan bersinergi mengambil peran lebih aktif dan nyata dalam mendukung agenda besar pembangunan nasional.
Kontribusi berharga yang diharapkan dari para putra-putri bangsa di perantauan ini mencakup pertukaran pengetahuan dan keahlian, pemanfaatan jejaring profesional yang luas, penanaman investasi, perluasan akses perdagangan, hingga pengembangan teknologi dan inovasi terkini yang sangat dibutuhkan oleh tanah air.
Ajakan dan arahan strategis ini disampaikan langsung oleh Menko AHY saat melakukan pertemuan khusus dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose A.M. Tavares, segenap jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, serta para perwakilan diaspora Indonesia di Rusia.
Pertemuan yang berlangsung akrab, hangat, namun sangat produktif tersebut digelar pada Minggu (31/05/2026) waktu setempat di Moskow. sumber: Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Selasa (02/06/2026) MEDIA-DPR.COM).
Agenda penting ini merupakan bagian utama dari rangkaian Konsultasi Bilateral II, yang dilaksanakan atas undangan khusus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai P. Patrushev.
Pertemuan ini sekaligus menjadi tindak lanjut nyata dan konkret dari Konsultasi Bilateral I yang digelar pada November 2025 lalu, yang telah melahirkan kesepakatan bersejarah berupa penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) di bidang Infrastruktur dan Konektivitas Maritim.
Lebih jauh, langkah ini juga merupakan wujud nyata pelaksanaan Deklarasi Kemitraan Strategis yang komprehensif, yang telah disepakati dan ditandatangani langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di St. Petersburg pada tanggal 19 Juni 2025 lalu.
Kemitraan besar ini mencakup 18 sektor kerja sama strategis vital, di antaranya sektor maritim, transportasi dan infrastruktur, energi, serta penanggulangan bencana, di mana sebagian besar bidang tersebut bersinggungan langsung dengan mandat dan lingkup kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta penghargaan mendalam kepada segenap jajaran KBRI Moskow atas kerja keras, dedikasi, dan kinerja luar biasa yang telah mendukung serta memfasilitasi berbagai agenda kerja sama penting antara kedua negara.
"Setiap proses diplomasi internasional tentu membutuhkan koordinasi yang matang, cermat, dan tidak sederhana. Kami sungguh menghargai dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh KBRI Moskow dalam menjaga, merawat, dan senantiasa memperkuat hubungan baik yang telah terjalin erat antara Indonesia dan Federasi Rusia," ujar AHY, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga hubungan bilateral yang kokoh, saling menguntungkan, dan berkelanjutan.
Menko AHY juga menekankan bahwa kehadiran dan peran diaspora Indonesia di luar negeri adalah aset berharga, kekayaan, dan kebanggaan tersendiri bagi bangsa.
Di tengah kemajuan hubungan kedua negara yang semakin pesat, peran aktif mereka menjadi jembatan vital yang menghubungkan potensi kedua bangsa, membawa nilai tambah bagi ekonomi nasional, serta mempercepat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat dibutuhkan Indonesia dalam mewujudkan visi pembangunan infrastruktur dan kewilayahan yang berkeadilan, maju, dan sejahtera.(Red).

Komentar

