Doa dan Tangisan Rakyat Tapteng: Bukakan Hati Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Dana Rp. 298 Miliar Ada, DPRD Rekomendasi Rp. 30 Juta per KK Ditolak, Ritual dan Artis Diadakan, Tapi Tanggul Belum Diperbaiki! Banjir Terulang Korban Masih Menunggu

Iklan Semua Halaman

.

Doa dan Tangisan Rakyat Tapteng: Bukakan Hati Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Dana Rp. 298 Miliar Ada, DPRD Rekomendasi Rp. 30 Juta per KK Ditolak, Ritual dan Artis Diadakan, Tapi Tanggul Belum Diperbaiki! Banjir Terulang Korban Masih Menunggu

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Rabu, 09 September 2026
Foto: Ilustrasi Masyarakat Tapteng Para Korban Bencana Berdo.


Doa dan Tangisan Rakyat Tapteng: Bukakan Hati Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Dana Rp. 298 Miliar Ada, DPRD Rekomendasi Rp. 30 Juta per KK Ditolak, Ritual dan Artis Diadakan, Tapi Tanggul Belum Diperbaiki! Banjir Terulang Korban Masih Menunggu. Rabu (09/09/2026) Gambar: Ilustrasi Masarakat Tapteng Berdoa Kepada Allah. / MEDIA-,DPR.VOM.


TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Suara doa sekaligus keluh kesah terdalam menggema dari masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumu), yang hingga kini masih menanti pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor 25 November 2025. 


Bencana berulang kembali pada Senin.(07/09/2026)  dan ribuan korban belum menerima bantuan yang menjadi haknya.

 

DOA RAKYAT: BUKAKAN HATI BUPATI KAMI

 "Ya Allah, bukakanlah hati Bupati Tapteng Masinton Pasaribu S.H., M.H., untuk menolong kami masyarakat Tapteng, khususnya warga yang kena musibah bencana alam. Banyak yang kehilangan keluarga, kehilangan rumah,  kami berharap dipulihkan dan menerima bantuan yang menjadi hak kami."

 

DPRD SUDAH MENGUSULKAN, TAPI DITOLAK

 -  DPRD Tapteng telah merekomendasikan: bantuan Rp30 juta per Kepala Keluarga bagi korban yang benar-benar terdampak


-  Bupati Masinton Pasaribu mengelakkan dan menolak rekomendasi tersebut


- Padahal aturan dan undang-undang mengatur secara tegas bahwa pemulihan korban bencana adalah hak yang sah

 

DANA ADA, TAPI DIPAKAI UNTUK APA?

 -  SiLPA Rp.175 miliar + TKD Rp123 miliar = Rp. 298 miliar tersedia untuk penanganan bencana


-  Alih-alih menyalurkan bantuan, Pemkab Tapteng justru menggelar ritual tolak bala, penanaman kepala kerbau, menghadirkan artis bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapteng pada 24–28 Agustus 2026


- Belum ada perbaikan tanggul di Kelurahan Simpange dan Lopian — sehingga banjir datang lagi kurang dari dua minggu setelah acara

 

"Seandainya dana untuk Ritual dan "Tolak Bala":'dan Artis-artis itu dipakai memperbaiki tanggul, mungkin banjir tidak terulang. Yang ada sekarang hanyalah tangisan warga: bencana demi bencana, tanpa pertolongan yang nyata."

 

 JANJI PILKADA DIBALIK KENYATAAN

 "Pasca Pilkada 2025, jargon 'MAMA' meminta suara kami. Sekarang kami meminta janji ditepati, tolong bantu korban bencana."

 

PERBANDINGAN YANG MENJADI TOLAK UKUR:

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hadir langsung di lokasi bencana, berikan Rp30 juta/KK bahkan lebih — di luar Jawa Barat pun beliau bantu. Mengapa di Tapteng, dana sudah ada, justru banyak alasan dan tidak ada tindakan nyata?"

 

DOA PENUTUP RAKYAT

 "Ya Allah, kabulkanlah doa kami. Bukakan hati Bupati Masinton Pasaribu untuk melihat duka rakyatnya. Tidak ada undang-undang yang melarang membantu korban,  justru mewajibkan. Dana ada, rakyat menunggu. Jangan biarkan kami menanti terlalu lama. Amin."

 

Sumber: Masyarakat dan Korban Bencana Tapteng. MEDIA‑DPR.COM. Rabu (09/09/2026), Agar diketahui Bupati Tapteng, DPRD Tapteng, Gubernur Sumut, dan Pemerintah Pusat: "Doa rakyat bukan sekadar permohonan, itu adalah teguran. Hak rakyat bukan pemberian,  itu kewajiban pemimpin. Terlambat tidak boleh berarti tidak pernah. 


Penulis: Demak MP Panjaitan S.Ak.




close