KETUA STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA, DR WAYAN SUWENDRA MBD, "AGAMA, BUDAYA DAN ADAT TEMPATKAN DI POSISI YANG BENAR"

Iklan Semua Halaman

.

KETUA STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA, DR WAYAN SUWENDRA MBD, "AGAMA, BUDAYA DAN ADAT TEMPATKAN DI POSISI YANG BENAR"

Media DPR
Selasa, 10 November 2020

 

 

BULELENG BALI | MEDIA-DPR.COM,  STKIP Agama Hindu Singaraja Didirikan Oleh Yayasan Dana Punia Kabupaten Buleleng dengan Akta Notaris Amir Syarifuddin No 1 Tanggal I September 1970, yang mempunyai tujuan Dan Maksud,
-Pembinaan Keagamaan Secara Masal, Perbaikan Pura, Mendirikan Sekolah-Sekolah Dan Membantu Anak Yatim Piatu.

Saat Ini STKIP Agama Hindu Singaraja Memilki Lima Program Studi Sarjana S1 Yaitu :
-Pendidikan Agama Hindu.
-Pendidikan Bahasa Inggris.
-Pendidikan Bahasa Bali.
-Pendidikan Jasmani Olahraga-
  Kesehatan.
-Penerangan Agama Hindu .

 



Media-DPR.com bersama rekan media Bersilahturahmi Ke Ketua Yayasan, Dr Wayan  Suwendra MBD Di Kampus STKIP Agama Hindu Singaraja Di Pulau Timor No 24 Banyuning, Senin (09/11/2020).  

Obrolan santai namun hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam percakapan ada beberapa poin yang dibicarakan, Diantaranya perihal masalah yg viral saat ini seperti AWK, HK serta peran PHDI  masyarakat. Dengan ramah Dr Wayan Suwendra memberikan pemahaman, "Permasalahan ini mestinya harus disikapi dengan kepala dingin. ini masalah keyakinan dan diatur oleh undang-undang. harus orang yang tepat dan dibidangnya". PHDI juga harus menyikapi, karena juga menyangkut hak-hak sesama".papar Wayan Suwendra.

 

Disela percakapan, Saat diminta penjelasan tentang konsep Kepercayan masyarakat di bali (Posisi agama, budaya dan adat- red), Dengan pelan dan nada datar melanjutkan, "Jadi begini, Sebenarnya yang bagus itu agama yang diutamakan. Agama yang sudah menginternalisasi dan bermasyarakat maka agama itu di budayakan. setelah  budaya semakin kuat menjadi adat. sehingga agama masuk dalam budaya dan masuk dalam adat, jangan di balik. adat bisa merupakan kebudayaan tapi jangan budaya dulu baru agama. ini yang sebenarnya yang tidak boleh terjadi dan ini harus di sosialisasikan ke masyarakat secara perlahan".

"𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 M𝘦𝘮𝘢𝘱𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘪𝘯𝘫𝘢𝘶𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘋𝘶𝘭𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘏𝘪𝘴𝘵𝘰𝘳𝘪 𝘋𝘢𝘯 𝘚𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘈𝘴𝘭𝘪 𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘞𝘦𝘥𝘢, 𝘞𝘦𝘥𝘢 𝘑𝘶𝘨𝘢 𝘉𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘔𝘢𝘤𝘢𝘮𝘯𝘺𝘢, 𝘐𝘯𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢,.. 𝘈𝘨𝘢𝘮𝘢, 𝘉𝘶𝘥𝘢𝘺𝘢 𝘋𝘢𝘯 𝘈𝘥𝘢𝘵 𝘋𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘋𝘪 𝘗𝘰𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘉𝘦𝘯𝘢𝘳 ".

Disinggung peran PHDI, "Saya lihat PHDI itu terlalu hati-hati, tidak cepat mengambil tanggapan dan sebenarnya kalau cepat mengambil tanggapan dan langsung bersosialisi ke masyarakat jadi lebih tenang".

"Pihak yang berkewajiban mempunyai peran yang penting mensosialisasikan untuk mengedukasi umat. Peran media juga penting dalam mensosialisasikan kemasyarakat".

"Seyogyanya kita sebagai umat yang beragam harus bersama-sama menjaga kerukunan", tuturnya Dr Wayan Suwendra dengan ramah mengakhiri percakapan.

"𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘴 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘈𝘵𝘢𝘴 𝘞𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘋𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘋𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯, 𝘐𝘯𝘪 𝘗𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘓𝘶𝘢𝘳 𝘉𝘪𝘢𝘴𝘢, 𝘋𝘢𝘯 𝘔𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘗𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘩𝘭𝘪 𝘋𝘢𝘯 𝘈𝘬𝘢𝘥𝘦𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘐𝘬𝘶𝘵 𝘚𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘔𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘐𝘭𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢  𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘋𝘪 𝘚𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘗𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯. (Sumber/Gede)

close
Info Pasang Iklan