Terungkap! Stefen Cody: Sosok di Balik Keributan Tapteng, Diduga Buzzer yang Justru Perusak dan Provokator Kelas Kakap
TAPTENG | MEDIA-DPR.COM.Nama Stefen Cody belakangan ini menjadi sorotan tajam di kalangan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Sosok yang justru diduga sebagai salah satu buzzer atau pendukung utama Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu S.H., M.H., ternyata dinilai berbalik arah.
Di balik wajah yang terlihat dekat dengan lingkaran kekuasaan, Stefen Cody disebut-sebut sebagai sosok perusak yang beroperasi di sekitar pemimpin daerah, bahkan diduga kerap memprovokasi situasi hingga justru menjelekkan nama baik Bupati sendiri.
Berbagai fakta dan dugaan keras bermunculan ke permukaan, membongkar siapa sosok asli di balik nama Stefen Cody dan bagaimana ia memainkan peran ganda yang merugikan.
Berikut rangkaian gelagat, tindakan, dan dugaan keterlibatan Stefen Cody dalam sejumlah peristiwa krusial yang mengguncang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Pencipta Istilah Miring dan Viralisasi Negatif
Salah satu tindakan Stefen Cody yang paling diingat publik adalah saat ia menjadi orang pertama yang membuat pemberitaan atau pemberian label negatif yang kemudian menjadi viral. Istilah "The Power of Lima Jahanam" dan isu "Cair Hari Kamis Jamin Hidup (Jadup)" yang sempat heboh di media sosial, diketahui bermula dari jari-jarinya.
Alih-alih membangun citra positif, ia justru menciptakan narasi yang meresahkan dan mengundang kontroversi, yang pada akhirnya justru mencemari nama lingkungan Pemkab Tapteng sendiri.
Terlibat Kasus Besar: Dari Dugaan Santet hingga Pembakaran Mobil
Keterlibatan Stefen Cody bahkan disinyalir menyentuh kasus-kasus hukum berat. Saat terjadi kasus meninggal dunia yang diduga terkait praktik parula-ula atau santet di wilayah Barus beberapa waktu lalu, nama Stefen Cody ikut disebut-sebut memiliki keterkaitan.
Meski hingga kini belum terungkap secara hukum karena "keberuntungan" masih memihaknya, namun nama itu sudah tercatat dalam benak masyarakat sebagai sosok yang ada di balik layar peristiwa kelam tersebut.
Tak hanya itu, saat terjadi aksi pembakaran mobil di wilayah Kolang belum lama ini, dugaan publik kembali tertuju padanya.
Peristiwa itu diduga kuat terjadi atas suruhan pihak tertentu, dipicu oleh ketegangan pasca aksi damai di lokasi Kebun Sawit PT TAS .
Di sinilah jejak Stefen Cody kembali dicium, bergerak di balik layar memanaskan situasi.
Jargon "SENIMAN" atau "SUKA ISTRI TEMAN"
Di tengah masyarakat, Stefen Cody juga dikenal dengan julukan atau jargon spesifik yang bukan kebanggaan, melainkan cibiran. Ia akrab disapa "SENIMAN", yang merupakan
singkatan dari "Suka Istri Teman". Julukan ini melekat kuat dan menjadi pembicaraan publik mengenai perilaku pribadinya yang dinilai tidak pantas, menambah panjang daftar catatan buruk sosok ini di mata warga Tapteng.
Pekerjaan Utama: Menghujat dan Mengatur Strategi Keributan
Sumber di lingkungan media dan birokrasi menyebutkan bahwa aktivitas utama Stefen Cody sehari-hari adalah menghujat, menyerang, dan menjelekkan orang lain di media sosial.
Ia diduga menjadi otak dari keributan yang melibatkan oknum wartawan di kantor Satpol PP Tapteng. Keributan itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi yang disusun rapi.
Tujuannya: untuk menekan dan menggeser posisi Plh. Kasat Pol PP Tapteng, Harrys PT Sihombing S.Sos., M.M.
Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Stefen Cody mengatur skenario keributan tersebut agar posisi Harrys kosong dan bisa diisi oleh orang yang menjadi "calonannya", yang mana transaksinya diduga berbau jual jabatan.langkahnya berhasil karena Bupati Masinton Pasaribu menganti atau mengubah posisi tersebut.
Main di Balik Layar Mutasi Pejabat dan Pencalonan
Pola permainan yang sama diduga diterapkan Stefen Cody dalam pergantian pejabat tinggi lainnya. Saat isu pergantian Inspektur Inspektorat (jabatan yang dipegang Mus Mulyadi Malau S.Sos., M.M.) bergulir, lagi-lagi tangan dingin Stefen disebut-sebut berusaha mengatur siapa yang harus masuk dan keluar
Namun lagi-lagi, Bupati tidak tergoyahkan dan mempertahankan pejabat yang ada.
Hal yang sama terjadi pada pencalonan Kepala Dinas PUPR. Ada nama yang diduga merupakan calon pilihan Stefen Cody untuk duduk di kursi strategis itu.
Namun, rencananya buyar karena Bupati Masinton dengan tegas mengganti pejabat tersebut hanya dalam hitungan bulan, membuktikan bahwa keinginan Stefen tidak sejalan dengan kebijakan pimpinan daerah.
Dugaan Otak di Balik Pemukulan Wartawan
Salah satu kasus paling memalukan dan serius adalah peristiwa pemukulan terhadap seorang wartawan yang terjadi tepat di lingkungan rumah dinas Bupati Tapteng. Hasil kajian dan informasi yang beredar di kalangan jurnalis menunjuk dengan sangat keras bahwa Stefen Cody adalah otak utama di balik kejadian tersebut. Ia diduga mengatur skenario itu untuk membungkam suara kritis, namun dampaknya justru sangat buruk dan mencoreng nama baik Pemkab Tapteng di mata pers dan publik.
Diduga Terima Proyek dan Bermain Seperti PKI
Kekuatan ekonomi Stefen Cody juga menjadi tanda tanya besar. Beredar isu kencang bahwa sosok ini mendapatkan jatah proyek dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) yang menjadi sumber pendanaan aksinya di media sosial dan mengatur orang-orang.
Gaya permainannya yang licik, memecah belah, dan mengadu domba diibaratkan oleh sebagian pengamat sosial mirip dengan ajaran DN Aidit (Ketua Umum PKI masa lalu), yang dikenal sangat lihai memainkan politik ganda dan menggerogoti kekuasaan dari dalam.
Musuh Dalam Selimut: Siapkan Calon Bupati Pengganti 2029
Fakta yang paling mengejutkan dan menyakitkan bagi Bupati Masinton Pasaribu adalah motif jangka panjang Stefen Cody. Meski saat ini posisinya terlihat sangat dekat, nyaman, dan dianggap "bagus" di lingkaran dalam Bupati, namun sebenarnya ia adalah musuh dalam selimut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Stefen Cody diam-diam sedang berusaha keras merusak citra Bupati Masinton secara perlahan namun pasti. Alasannya sudah jelas: ia dikabarkan sudah memiliki dukungan dan sedang mempersiapkan sosok calon Bupati Tapanuli Tengah yang baru untuk Pilkada tahun 2029 mendatang.
Artinya, segala ulah, provokasi, dan keributan yang ia buat saat ini adalah persiapan jalan bagi "calonannya", dengan cara meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini.
Provokator Kelas Kakap yang Luar Biasa Berbahaya
Menilik seluruh rangkaian peristiwa, Stefen Cody tidak bisa lagi disebut sekadar warga biasa atau buzzer.
Masyarakat menilai ia adalah provokator kelas kakap yang berbahaya bagi stabilitas daerah. Permainan politik gandanya sangat luar biasa: di depan terlihat mendukung dan melindungi, namun di belakang sedang menancapkan pisau tajam untuk merusak, menghancurkan, dan menggantikan kekuasaan.
Kini publik menanti langkah tegas Bupati Masinton Pasaribu. Apakah sosok yang merusak, memprovokasi, dan berniat menggulingkan itu akan terus dibiarkan berada di lingkaran kekuasaan, atau justru akan dipisahkan demi keutuhan dan keharmonisan Kabupaten Tapanuli Tengah?
Warga berharap kebenaran ini menjadi cermin agar pemimpin bisa memilah siapa pendukung setia dan siapa musuh yang bersembunyi di balik senyum manis.
Ditulis oleh Lisberth Manik S.E.

Komentar
