Foto: St. Tigor Panuturi Tambunan, S.Sos., MTr. Ak.,
Tigor Panuturi Tambunan, Tolak Bala Bertentangan Dengan Iman Kristen, Perlindungan Hanya Dari Tuhan Bukan Dari Ritual Magis. Kamis (27/08/2026) / MEDIA-DPR.COM
TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Edukasi rohani terkait pelaksanaan ritual adat "Tolak Bala" kembali menjadi perhatian publik. St. Tigor Panuturi Tambunan, S.Sos., MTr. Ak.,. mengingatkan secara tegas bahwa dalam perspektif iman Kristen, ritual adat yang melibatkan pemanggilan roh leluhur, pemberian sesajen, mantra, maupun keyakinan terhadap kekuatan magis selain Tuhan tidak sejalan dengan ajaran Kristen.
Hal ini disampaikan Tigor Panuturi Tambunan, Kamis (27/08/2026) Untuk diketahui publik dan seluruh umat beriman.
DASAR IMAN: PERLINDUNGAN HANYA DARI TUHAN
Menurut Tigor Panuturi, umat Kristen meyakini bahwa kehidupan, kematian, keselamatan, serta perlindungan dari berbagai malapetaka berada sepenuhnya dalam tangan Tuhan.
"Orang Kristen percaya bahwa perlindungan atas malapetaka dan bencana berasal dari Tuhan. Karena itu, ketika kita memohon perlindungan, hendaknya kita datang kepada Allah melalui doa dan iman kepada Yesus Kristus, bukan melalui ritual yang mengandung unsur magis-religius," tegasnya.
MENGHARGAI ADAT TANPA MENGORBANKAN IMAN
Ia menegaskan bahwa menghargai adat dan budaya tidak berarti harus mengikuti setiap bentuk ritual yang ada di dalamnya. Nilai-nilai budaya yang positif tetap dapat dijaga sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip iman Kristen.
CARA KRISTEN MENGHADAPI BENCANA
Tigor mengajak masyarakat, khususnya umat Kristen, menghadapi ancaman bencana dengan:
- Memperkuat kehidupan rohani melalui doa bersama
- Meningkatkan kepedulian terhadap sesama
- Melakukan tindakan nyata menjaga lingkungan
- Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana
"Kalau suatu daerah ingin memohon perlindungan dari bencana, mari kita lakukan melalui seruan doa bersama. Doa itu harus lahir dari kesadaran iman, hati yang lurus, bersih dan rendah hati, memohon pertolongan Tuhan agar daerah kita dijauhkan dari berbagai bencana susulan," ujarnya.
MERUJUK MAZMUR 91: TUHANLAH PERLINDUNGAN KITA
Tigor merujuk pada Mazmur 91:1-16, yang berbicara mengenai perlindungan Tuhan bagi orang yang berlindung dan berharap kepada-Nya.
"Ini bukan soal membenci adat atau merendahkan budaya. Ini tentang bagaimana kita menempatkan iman kita. Bagi orang percaya, Tuhan adalah sumber perlindungan dan keselamatan."
PESAN PENUTUP: KEMBALI KEPADA TUHAN
"Mari kita kembali ke dalam alam sadar rohani kita. Dalam menghadapi bencana, jangan hanya membangun kekuatan secara fisik, tetapi juga membangun kehidupan iman dan kembali berserah kepada Tuhan."
Lisberth Manik S.E.

Komentar

