SIBOLGA | MEDIA-DPR.COM. Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing, didampingi Sekda Drs. Herman Suwito, M.M., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Virtual Penanganan dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pascabencana, Jumat (25/09/2026) pagi dari Aula Nusantara I Kantor Wali Kota Sibolga Jln Sutomo Kota Sibolga Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Rakor dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si. sumber: Disinfokom Pemko Sibolga, Jumat (25/09/2026) MEDIA-DPR.COM.
Sekjen Kemendagri menegaskan: normalisasi sungai adalah indikator penting percepatan pemulihan pascabencana. Sungai yang belum tertangani meningkatkan risiko banjir dan longsor saat hujan deras kembali turun.
Penanganan ini menjadi kewenangan Kementerian PUPR dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Tidak semua daerah masuk daftar prioritas PUPR. Untuk itu, diperintahkan pendekatan pentahelix, Pemerintah Daerah (Pemda), dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media, termasuk melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga agar penanganan tidak menunggu.
Tahap Periode Fokus
Transisi Darurat, Rehabilitasi Januari–Maret 2026 Pembersihan lingkungan
Rehabilitasi April 2026–2027 Pemulihan layanan dasar dan mata pencaharian
Rekonstruksi 2027–2028 Pembangunan hunian tetap dan infrastruktur strategis
Keberlanjutan dan Pengakhiran 2028 Penguatan kapasitas & kelembagaan
Kemajuan Normalisasi Sungai per 25 September 2026
- 137 sungai ditangani di Aceh, Sumut, Sumbar
- 36 sungai selesai — 101 sungai masih berjalan
- 7 muara selesai — 31 muara masih dalam proses
Pemda, diminta segera menyusun SOP penanganan bencana yang jelas, mencakup mekanisme koordinasi, langkah tindakan, dan sistem peringatan dini. BMKG diminta memperkuat penyebaran informasi peringatan dini kepada Forkopimda, dan BNPB diminta melaporkan kendala pelaksanaan rekayasa cuaca.
Pembahasan lanjutan dijadwalkan kembali pada Jumat mendatang. Semoga sungai-sungai di sekitar kita segera tertata, sehingga risiko bencana dapat diminimalisir.
Lisbert Manik S.E.

Komentar


