Dinas Kesehatan Tapteng Gelar Inspeksi Kesehatan Produksi Tempe di Lapas Kelas IIA Sibolga. Rabu (14/10/2026). Gambar: Pemkab Tapteng / MEDIA-DPR.COM.
PANDAN | MEDIA-DPR.COM. Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) pada sarana produksi tempe di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Sibolga, pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar higiene sanitasi sehingga produk tempe yang dihasilkan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, S.Kep., Ners., M.Kes., didampingi tim teknis Dinkes Tapteng serta perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tapteng Polda Sumut. Sumber: Pemkab Tapteng Rabu, (14/10/2026) MEDIA-DPR.COM.
Langkah Preventif Demi Pangan yang Aman
Kadiskes, Tapteng menjelaskan bahwa inspeksi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan risiko pencemaran bahan pangan.
"Pemeriksaan mencakup kebersihan sarana dan bangunan, ketersediaan air bersih, kelayakan alat pengolahan, hingga higiene perorangan para penjamah pangan. Kami ingin memastikan tempe yang diproduksi tidak hanya bergizi, tetapi juga benar-benar higienis dan terbebas dari kontaminasi." ujarnya, Lisnawati Panjaitan
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah aspek sanitasi telah memenuhi standar dan akan terus dipertahankan. Beberapa hal yang memerlukan pembenahan segera juga telah diidentifikasi dan disampaikan kepada pihak pengelola.
Dinkes Tapteng memberikan empat rekomendasi utama agar produksi tempe di Lapas terus meningkat kualitasnya:
No Rekomendasi Penjelasan
01. Bimbingan Teknis Pelatihan higiene sanitasi pangan bagi seluruh penjamah pangan di Lapas
02. Peningkatan Sanitasi Jaga kebersihan area produksi, ketersediaan air bersih, dan praktik cuci tangan
03. Pengelolaan Limbah Terapkan sistem pengelolaan sampah dan limbah cair secara teratur
04. Uji Lab dan Sertifikasi Uji sampel tempe ke laboratorium resmi menuju Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Produk Pembinaan yang Layak Dipercaya
Melalui sinergi yang terjalin antara Dinkes Tapteng, Lapas Kelas IIA Sibolga, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan sarana produksi tempe ini tidak hanya menjadi wadah pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk pangan yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi oleh masyarakat luas. Semoga ke depan, tempe buatan warga binaan Lapas Sibolga semakin dikenal dan dipercaya kualitasnya.
Lisberth Manik S.E.

Komentar




