Disnakan Buat Program Inovasi Budidaya Ikan Dalam Ember

Iklan Semua Halaman

.

Disnakan Buat Program Inovasi Budidaya Ikan Dalam Ember

Media DPR
Selasa, 01 Desember 2020

 


SAROLANGUN JAMBI | MEDIA-DPR.COM, Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Sarolangun membuat program budidaya ikan dalam ember atau yang disingkat Budik Damber.

Hal itu dilakukan sebagai inovasi dan kreativitas dalam rangka menghadapi dampak dari wabah pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Kadisnakan H Masturo mengatakan sebelum program budik Damber ini diluncurkan pada tahun 2021 mendatang, pihaknya terlebih dahulu melakukan uji coba di halaman teras kantor Disnakan sendiri.

Katanya, budidaya ikan yang bisa dikelola didalam ember tersebut hanya pada ikan lele, karena tingkat keberhasilan ikan lele mampu bertahan atau Survival Rate (Sr) hingga masa panen selama dua bulan mencapai 80 persen.

"Jadi sebelum program ini kita gulirkan ke masyarakat tahun 2021, maka kita lebih dahulu mencoba untuk sejauh mana tingkat keberhasilan. Kita tebar benih ikan lele sebanyak 1.360 ekor pada 17 ember atau dalam satu ember berkapasitas 80 liter sebanyak 80 ekor bibit ikan lele, "katanya, Senin (30/11) kepada media ini.

Jika uji coba ini berhasil, katanya maka pada awal bulan februari tahun 2021 mendatang atau selama dua bulan, ikan lele dalam ember tersebut akan bisa di panen.

Jika survival rate sebesar 80 persen, maka ikan yang akan dipanen minimal sebanyak 64 ekor ikan lele (80 persen dari 80 ekor ikan lele).

"Kalau dalam satu ambar pada masa dua bulan, dapat panen minimal 8 kg, jadi satu kilonya antara 6-7 ekor. 8 kg Kalau dikalikan Rp 20 ribu sudah menghadirkan Rp 160 ribu per ember. Belum kangkungnya, lima ikat saja sudah Rp 20 ribu, jadi sudah Rp 180 ribu," katanya.

"Ini program dalam rangka mengurangi dampak covid-19 karena dua bulan sudah panen, kalau satu ember kapasitas 80 liter itu 80 ekor, kalau survival rate 80 persen maka ada 64 ekor yang bertahan hingga bisa panen. Kalau 64 dibagi 7 bisa 9 kg, kalau ember yang kapasitas 100 liter isinya bisa 100 ekor bibit ikan lele," kata dia menambahkan.

Masturo juga menambahkan dalam budidaya ikan dalam ember ini, hanya membutuhkan modal sebesar Rp 185 ribu per ember untuk tahap awal. Yakni beli ember Rp 105 ribu, Bibit Ikan lele Rp 20 ribu, Pakan Rp 55 ribu, dan sekat serta bibit kangkung Rp 10 ribu.

Dan kemudian untuk selanjutnya, pembudidaya ikan lele hanya cukup kembali menanam modal Rp 85 ribu, karena ember sudah tidak dibeli lagi.

"Jadi kalau untuk budidaya keduanya Cost yang Rp 100 sudah berkurang karena tidak beli ember lagi. Jadi hitungannya seperti itu, dan ini mudah serta bisa dilakukan di teras rumah. Selain dari ikan, penbudidaya ikan juga dapat menghasilkan tanaman sayur seperti kangkung, "katanya.

Ia berharap kedepan lahir kampung budidaya ikan dalam ember yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah wabah pandemi virus corona, selain sangat mudah tapi juga bisa untuk memenuhi kebutuhan ikan lele untuk sendiri ataupun untuk dijual.

Rencananya pada tahun 2021 mendatang, program budik Damber ini akan difokuskan dalam satu wilayah atau kawasan, dengan pembudidaya akan diberikan bantuan mulai dari bibit ikan, ember, paman dan bibit kangkung.

"Lokasi sedang dijajaki untuk tempat yang paling sesuai dalam program ini," katanya.

Ia juga menyebutkan untuk kelanjutan budik Damber yang dilakukan di kantor Disnakan sendiri, kedepan akan dikelola untuk penjual ikan lele bumbu siap goreng yang dibuat dalam kemasan.

" Di kantor kita ini, setiap bidang ada satu Kabid dan tiga kasi atau totalnya 17 pejabat, diberikan tanggung jawab satu ember untuk sama-sama dipelihara, sama sama kita panen, kedepan kalau berkelanjutan kita mau jual lele bumbu siap goreng untuk di jual, kita akan buka outlet, kita kasih lemari freezer, "katanya.
(Pa.1000/pj).

close
Info Pasang Iklan