Bongkar Kronologi SPT Fiktif dan Ancaman Pemecatan, Raju Sebut Lingkaran Kekuasaan Digerogoti Oknum Penjilat
Raju Fernanda Hutagalung
TAPANULI TENGAH | MEDIA-DPR-COM. Sebuah unggahan mengejutkan dari akun Facebook Raju Firmanda Hutagalung pada Senin (06/04/2026) mendadak viral.
Raju membongkar dugaan praktik kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh oknum ajudan Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ia sebut Inizial "Firaun" dan "Jahannam" di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng
Polemik ini bermula dari munculnya Surat Perintah Tugas (SPT) dan Surat Peringatan (SP 1) yang diterima Raju, yang dinilainya sebagai upaya sistematis untuk membunuh karakternya. Sumber: Akun Facebook Raju Firmanda Hutagalung, Senin (06/04/2026)
KRONOLOGI SPT "PESANAN" DAN AROGANSI OKNUM AJUDAN.
Raju menjelaskan bahwa dirinya secara tiba-tiba menerima SPT ke Barus untuk menagih tunggakan air, sebuah pekerjaan yang menurutnya bukan merupakan tugas pokoknya (jobdesk).
Ia menduga kuat bahwa SPT tersebut adalah pesanan kepentingan dari oknum ajudan Bupati.
"Oknum ajudan ini datang ke kantor PDAM dengan congkak dan pongah. Ia mengaku membawa perintah Bupati untuk membuatkan SPT atas nama saya sekarang juga," tulis Raju mengutip kesaksian staf kantor.
Namun, saat Raju mengonfirmasi langsung kepada Bupati Tapteng di ruang kerjanya, fakta mengejutkan terungkap. Bupati justru mengaku tidak pernah memerintahkan dan tidak tahu-menahu soal SPT tersebut. Bahkan, Bupati memerintahkan Raju untuk tetap bekerja di kantor seperti biasa.
MENERIMA SP 1 MESKI SUDAH MENGIKUTI ARAHAN BUPATI TAPTENG.
Keanehan berlanjut ketika Raju justru menerima Surat Peringatan (SP 1) dengan alasan tidak menjalankan SPT ke Barus. Padahal, ia telah memberikan keterangan kepada Satuan Pengawas Internal (SPI) bahwa dirinya diperintahkan langsung oleh Bupati untuk tetap di kantor.
Raju menuding ada "permainan kotor" di belakang layar yang dilakukan oleh oknum-oknum di lingkaran kekuasaan yang ingin mendepaknya dari posisi saat ini.
Tegaskan Kontribusi dan Tak Gentar Ancaman Pecat
Sebagai salah satu bagian dari garda terdepan kemenangan pemerintahan saat ini pada Pilkada lalu, Raju menegaskan dirinya tidak akan gentar terhadap ancaman pemecatan yang diembuskan oleh para oknum tersebut.
"Aku adalah bagian dari kemenangan pemerintahan saat ini. Aku tidak pernah mengemis jabatan atau meminta makan. Jangankan dipecat, bertaruh nyawa pun sudah kulakukan saat Pilkada lalu. Ancaman pecat tidak akan membuat kakiku menggigil!" tegas Raju dalam unggahannya.
Ia juga menyayangkan adanya "manusia-manusia jahannam" di lingkaran kekuasaan yang dinilainya justru menghambat progres visi "Tapteng Naik Kelas dan Adil Untuk Semua".
HARAPAN UNTUK KEPEMIMPINAN TAPTENG
Di akhir pernyataannya, Raju berharap agar Bupati dan Wakil Bupati dijauhkan dari pengaruh oknum-oknum yang hanya mementingkan diri sendiri dan merusak tatanan pemerintahan dengan cara-cara yang zalim.
"Semoga Bupati dan Wakil Bupati dijauhkan dari manusia-manusia jahannam yang menyulitkan kemajuan Tapteng," pungkasnya.
(Demak MP Panjaitan Pance).

Komentar

