BATAM | MEDIA-DPR-COM. Kasus kematian anggota Polri muda, Bripda Natanael Simanungkalit, yang meninggal dunia di lingkungan Mapolda Kepri pada Senin (13/04/2026) malam, tengah menjadi sorotan luas dan viral di media sosial.
Masyarakat berduka sekaligus murka atas dugaan kuat bahwa korban menjadi korban kekerasan atau penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa seniornya.
Kabar duka ini pertama kali viral melalui unggahan Jemika Simangunsong di akun Facebooknya, Rabu (15/04/2026), yang kemudian dikonfirmasi dengan temuan fakta di lapangan.
Muda, Baru Dilantik, Harus Pergi
Sungguh sangat memilukan, korban diketahui baru saja dilantik menjadi anggota Polri pada Desember 2025 lalu atau baru sekitar 4 bulan bertugas. Ia merupakan warga Sagulung yang tinggal di mess lingkungan Polda Kepri.
"Sungguh sangat miris sekali. Dia masih muda, haruskah dia meninggal karena dianiaya? Sungguh kejam sekali perbuatan senior yang tak punya adab itu," tulis Jemika dalam unggahannya yang menuai ribuan respons emosional.
Keluarga besar mengaku sangat terpukul. Pengorbanan bertahun-tahun, terutama perjuangan sang ibu membesarkan dan menyekolahkan anaknya agar menjadi kebanggaan, harus berakhir tragis di usia muda.
Temuan Mengenaskan: Tubuh Penuh Lebam
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan penganiayaan ini melibatkan sekitar lima orang oknum senior. Hal ini mencuat setelah jasad korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan, terdapat sejumlah luka lebam di sekujur tubuhnya, terutama di bagian punggung.
Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum dan pemeriksaan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Di lokasi rumah sakit, terlihat puluhan personel polisi dan keluarga besar korban berada di area ruang jenazah dengan suasana yang sangat haru dan tegang.
Masyarakat Tuntut Keadilan
Di tengah kesedihan yang mendalam, doa terbaik dipanjatkan agar almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan.
Namun, kemarahan publik juga memuncak. Masyarakat menuntut agar kasus ini diusut tuntas tanpa pandang bulu.
"Semoga para senior pelaku cepat diusut tuntas dan dihukum seberat-beratnya demi keadilan dan tegaknya aturan yang berlaku," seru warganet.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun rumah sakit masih enggan memberikan keterangan resmi terkait kronologi dan penyebab pasti kejadian.(Red)

Komentar

