GUBSU ‘KULITI’ PENANGANAN BENCANA TAPTENG, KINERJA BUPATI MASINTON PASARIBU DINILAI LAMBAT

Iklan Semua Halaman

.

GUBSU ‘KULITI’ PENANGANAN BENCANA TAPTENG, KINERJA BUPATI MASINTON PASARIBU DINILAI LAMBAT

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Senin, 13 April 2026






TAPTENG, MEDIA-DPR.COM – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menyoroti langsung penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dinilai berjalan lamban. 

Dalam kunjungannya, kinerja Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, turut menjadi perhatian.


Kunjungan kerja Gubernur dilakukan pada Senin (13/04/2026), menyusul banyaknya laporan masyarakat serta sorotan media terkait belum optimalnya penanganan bencana sejak peristiwa yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.


Bersama rombongan Sumut Kolaborasi, Gubsu meninjau langsung salah satu wilayah terdampak terparah di Kecamatan Tukka. Di lokasi tersebut, kondisi penanganan dinilai belum menunjukkan progres signifikan, meskipun bencana telah berlalu beberapa bulan.


Dalam peninjauan yang berlangsung di tengah hujan deras, Gubernur Bobby terlihat tegas memberikan arahan kepada jajaran pemerintah setempat. Ia bahkan secara langsung menegur Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung, terkait lambannya penanganan di lapangan.


“Kalau tidak mampu, bisa kita evaluasi anggarannya,” tegas Bobby.

Ia juga menyoroti minimnya percepatan kerja yang berdampak pada lambatnya pemulihan kondisi masyarakat terdampak.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, yang turut hadir lebih banyak mendengarkan arahan dan evaluasi dari Gubernur. Sorotan terhadap kinerja pemerintah daerah pun menguat, mengingat hingga saat ini masih banyak warga terdampak yang belum mendapatkan penanganan maksimal.


Gubernur menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus menjadi prioritas utama, serta meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


“Kalau perlu, berkantor saja di sini supaya langsung melihat kondisi dan masyarakat,” ujar Bobby.


Kunjungan ini diharapkan menjadi titik balik dalam percepatan penanganan bencana di Tapanuli Tengah, sekaligus mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah agar lebih sigap dalam merespons kondisi darurat dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

(Lisbeth Manik, SE)

close