TANTENG | MEDIA-DPR.COM. Sebuah video yang menampilkan sosok yang mengaku sebagai orang paling ditakuti di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), mendadak viral dan menjadi sorotan publik di berbagai media sosial, khususnya Facebook.
Dalam video yang diunggah tersebut, pria tersebut berbicara dengan nada tinggi dan penuh emosi. Ia menegaskan bahwa pihaknya atau sukunya, sudah membayar Pajak Daerah atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada pemerintah daerah setempat.
"Kami sudah bayar PAD. Jika dalam minggu ini masalah ini tidak ada penyelesaian yang jelas, maka suku kami akan mengambil satu kepala," ujarnya dengan tegas dalam video tersebut.
Pernyataan bernada ancaman pembunuhan ini sontak memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan keberanian pria tersebut yang seolah-olah memiliki kekuasaan di atas hukum.
Banyak netizen yang bertanya, benarkah tindakan main hakim sendiri seperti mengambil nyawa orang lain bisa dilakukan tanpa ada perlawanan? Atau pertanyaan pedas yang muncul: "Jika mengambil satu kepala, apakah itu tidak akan teriris atau justru akan memicu pertumpahan darah dan aksi balas dendam?"
Ancaman yang mengatasnamakan suku atau kelompok ini dinilai sangat mengganggu ketertiban umum dan mencederai rasa aman masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah Tapteng terkait status laporan dan tindakan hukum yang akan diambil terhadap pengunggah video tersebut.
Masyarakat pun berharap, Aparat Penegak Hukum (APH).dapat bertindak tegas agar tidak terjadi tindakan anarkis yang diancamkan tersebut.(Red).

Komentar

