Sejarah Baru di Toba! Keluarga Siagian Hibahkan 3 Hektare Lahan untuk Pendirian SMA Negeri

Iklan Semua Halaman

.

Sejarah Baru di Toba! Keluarga Siagian Hibahkan 3 Hektare Lahan untuk Pendirian SMA Negeri

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 07 April 2026

Wabup Audi Murphy: Nilai Manfaat 20 Tahun Depan Jauh Lebih Besar dari Harga Tanah

 

Keluarga besar Op. Pantun Siagian dengan tulus menghibahkan lahan 3 Ha kepada Pemkab), Toba untuk dijadikan lokasi pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA)



TOBA | MEDIA-DPR-COM. Momen bersejarah terjadi di Kabupaten Toba Provinsi Sumatra Utara (Sumut),'Keluarga besar Op. Pantun Siagian dengan tulus menghibahkan lahan seluas sekitar tiga hektare kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Toba untuk dijadikan lokasi pendirian Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri.

 

Acara penandatanganan berita acara hibah ini berlangsung khidmat di Aula Gereja HKBP Bonandolok, Desa Bonan Dolok I, Kecamatan Balige, Senin (06/04/2026). info Disinfokom Toba.


Dengan turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini mantan Bupati Toba, Darwin Siagian, serta tokoh masyarakat setempat.


Penyerahan dilakukan oleh perwakilan keluarga dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Paber Napitupulu, serta disaksikan oleh Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Audi Murphy Sitorus menyampaikan bahwa langkah ini bukan sekadar serah terima aset, melainkan wujud kepedulian nyata terhadap pendidikan.

 

"Kelak 20 tahun ke depan, manfaat yang dihasilkan dari lahan ini akan jauh lebih besar dibandingkan nilai tanah yang dihibahkan hari ini," ujar Audi penuh harap.

 

Ia menilai, kepedulian keluarga Op. Pantun Siagian ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam memajukan dunia pendidikan demi mencerdaskan generasi penerus bangsa.

 

Lahan yang terletak di Desa Bonan Dolok III ini selanjutnya akan segera diproses sertifikasinya oleh Pemkab Toba. 



Setelah itu, pemerintah daerah akan mengusulkan pembangunan SMA tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mengingat kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat SMA/SMK berada di tingkat provinsi.

 

Audi juga menjelaskan bahwa mendirikan sebuah sekolah membutuhkan biaya dan kerja keras yang tidak sedikit, mulai dari pembukaan akses jalan, pembangunan gedung, hingga pengisian sarana prasarana.

 

"Artinya, ketika sekolah berdiri nanti, itu adalah hasil kontribusi bersama antara pemerintah dan masyarakat," tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Audi juga menyampaikan pesan moral yang sangat dalam. Ia berharap semangat gotong royong ini terus terjaga.

 

"Karena itu, kiranya jangan ada pihak yang menonjolkan ego sektoral atau kepentingan pribadi ketika sekolah ini berdiri nantinya. Ingatlah bahwa sekolah adalah aset masa depan dan jembatan menuju kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita," pungkasnya.

 

(Tao Situmeang).

 

 

close