Jamil Zeb Tumori Ziarah Makam Ulama dan Tokoh, Membawa Pulang Mahkota Bersejarah "Dendam Tak Sudah" Menjaga Warisan Sejarah Kesultanan Riau Tetap Hidup di Hati Bangsa
TANJUNG PINANG | MEDIA-DPR.COM. Pada Minggu (20/09/2026) Dr. H.M Jamil Zeb Tumori,S.H,. MAP., M.I.KOM., CAND., melakukan kunjungan penuh makna ke Pulau Penyengat, pulau bersejarah yang dijuluki permata Selat Malaka.
Di sana, ia melaksanakan ibadah shalat di Masjid Putih Telur yang ikonik, sekaligus menelusuri jejak para ulama besar dan tokoh bangsa yang dimakamkan di pulau yang sarat nilai sejarah ini.
Dalam kunjungan tersebut, Jamil Zeb Tumori berziarah ke sejumlah makam penting:
01. Makam Syekh Syihabuddin, Ulama besar asal Banjar, terletak di belakang Masjid Raya Sultan Riau, yang senantiasa menjadi tujuan peziarah dari berbagai penjuru.
02. Makam Raja Ali Haji Pahlawan Nasional, ulama, sejarawan, dan pujangga besar abad ke -19, terletak di Kompleks Makam Engku Putri Raja Hamidah. Karyanya menjadi tonggak kebudayaan Melayu yang tak ternilai.
03. Makam Habib Syeikh bin Habib Alwi As-Segaf, Ulama yang datang dari Hadramaut, Yaman, yang makamnya berada di samping kiri kompleks makam Raja Haji Fisabilillah.
04. Kompleks Makam Raja-Raja dan Keluarga Kerajaan Riau-Lingga, Tempat peristirahatan terakhir para leluhur dan tokoh penyebar Islam di tanah Melayu, seperti Raja Jakfar dan Engku Putri Raja Hamidah.
Di penghujung kunjungan yang sarat nilai spiritual dan sejarah ini, Jamil Zeb Tumori menyampaikan hal yang menyentuh hati: "Saya membeli dan membawa pulang Mahkota yang diberi nama 'Dendam Tak Sudah'. Sebuah mahkota yang menyimpan kisah panjang dan sejarah mulia di Negeri Kepulauan Riau."
Nama "Dendam Tak Sudah" bukan sekadar nama, melainkan bagian dari kisah sejarah Kesultanan Riau yang mengingatkan kita pada kebesaran, ketabahan, dan kebijaksanaan para pendahulu.
Membawanya pulang bukan untuk dimiliki semata, melainkan untuk menjaga agar sejarah itu tidak pudar, dan kisah luhur Pulau Penyengat tetap hidup di hati generasi bangsa.
"Sejarah bukan sekadar masa lalu yang berlalu. Ia adalah mahkota yang kita jaga bersama, agar generasi mendatang tahu dari mana mereka berasal."
Semoga kunjungan ini menginspirasi kita semua untuk lebih mencintai, menghargai, dan melestarikan warisan leluhur bangsa. pungkasnya Jamil Zeb Tumori.(Red).

Komentar

