Desa Pelapuan Laksanakan Upacara Penebusan Gering Lara Malaradan

Iklan Semua Halaman

Desa Pelapuan Laksanakan Upacara Penebusan Gering Lara Malaradan

Media DPR
Jumat, 19 Juni 2020

BULELENG BALI | MEDIA-DPR.COM, Meningkatnya wabah corona di Bali membuat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran baru. Surat Edaran Nomor 037/PHDI-Bali/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020 tersebut menyebutkan, berkenaan dengan meningkatnya kasus positif corona maka umat harus senantiasa waspada.

Untuk itu, PHDI Provinsi Bali meminta kepada prajuru di Pura Dalem seluruh Bali agar melaksanakan pemujaan dengan upacara Penebusan Gering Lara Malaradan.


Dikonfirmasi Rabu (17/06) Wartawan MEDIA-DPR.COM Biro Buleleng ,Bandesa Adat Pelapuan Jero Mangku Rena menjelaskan, upacara Panebusan Gering Lara Malarapan itu dimaksudkan agar wabah corona yang saat ini tengah merajalela segera berakhir. Disamping itu upacara ini juga untuk memohon kepada manifestasi Tuhan yang berstana di Pura Dalem agar senantiasa melindungi umat dari marabahaya.

“Upacara ini merupakan lanjutan dari upacara yang sudah dilaksanakan sebelum-sebelumnya dengan tujuan yang sama pula. Sekarang kami kembali untuk melaksanakan upacara ini sesuai instruksi PHDI Provinsi Bali di pura dalem desa Pelapuan,” imbuhnya.


"Upacara ini dilakukan berdasarkan kajian sastra yakni Widhisastra serta lontar Rare Angon. Kami baca ulang sastra yang ada, maka ketemulah upacara ini. Upacara untuk penyakit yang tidak ada obatnya. Sekarang corona kan masih belum ditemukan vaksinnya seperti apa, maka kami melaksanakan upacara ini secara serentak di seluruh Bali dengan harapan agar wabah ini segera berlalu dan kehidupan kembali normal seperti sedia kala,” paparnya.

Pelaksanaan upacara dilakukan hari rabu tanggal 17 juni, buda wage klawu dan upacara dilaksanakan di pura dalem yg bagian dari pura kahyangan tiga. Dipilihnya Pura dalem saat pelaksanaan upacara karena tempat berstananya Dewa Siwa yg bersifat sebagai pelebur. Tegas pemangku pura dalem desa pelapuan Jro Mangku I Made Seriyasa.


“Maka saat itu adalah waktu yang tepat untuk dilakukan upacara untuk melebur mala atau gering,” sambungnya lagi.

"Adapun banten atau sarana yang digunakan saat upacara Paneusan Gering Lara Malaradan yakni, banten pejati asoroh, sesayut gering malaradan dengan harapan agar seluruh penyakit terutama covid-19 dapat dihilangkan, sesayut lara malaradan dengan harapan lara atau penderitaan segera berakhir, sesayut gering tan tinambanan dengan harapan agar penyakit yang tidak ada obatnya seperti covid-19 ini bisa ditangkal dan sesayut pageh tuwuh dengan harapan umur dari krama atau umat dapat berlangsung lama", kata Mangku Pura Dalem .

"Upacara ini dilakukan oleh para prajuru dan pemangku di Pura Dalem dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni tidak lebih dari 25 orang", kata Kepala Desa Pelapuan Gede Agus Armika.

"Sementara untuk umat hindu lainnya melakukan upacara yang sama di rumah masing-masing dengan sarana sakasidan atau semampunya" , pungkasnya. (Gede Sumertayasa)
close
Info Pasang Iklan