Kota Tua Barus Dikembangkan Sebagai Destinasi Wisata Sejarah, Sambut Kunjungan dengan Ragam Aktivitas Edukatif

Iklan Semua Halaman

.

Kota Tua Barus Dikembangkan Sebagai Destinasi Wisata Sejarah, Sambut Kunjungan dengan Ragam Aktivitas Edukatif

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Rabu, 11 Maret 2026

TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Setelah sebelumnya dikenal sebagai pelabuhan perdagangan kuno yang penting, Kota Tua Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), kini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah yang tidak hanya menarik bagi pecinta sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas, terutama generasi muda.

 

Menurut informasi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tapteng, pengembangan wisata di kawasan ini dilakukan dengan memperhatikan aspek pelestarian dan pemberdayaan masyarakat lokal. 


Beberapa program utama telah direncanakan dan sebagian sudah mulai dijalankan:


BEBERAPA PROGRAM UTAMA TELAH DIRENCANAKAN DAN SEBAGIAN SUDAH MULAI BERJALAN.

 

Fasilitas dan Aktivitas yang Disediakan

* Pusat Informasi Sejarah: Dibangun di dekat area reruntuhan Candi Barus, pusat ini menyajikan pameran objek-objek bersejarah seperti barang dagangan kuno, alat pertanian tradisional, serta replika naskah kuno yang mengisahkan tentang kemakmuran Barus pada masa lalu. 


Informasi yang disajikan diambil dari hasil penelitian akademisi Universitas Sumatera Utara dan catatan resmi Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Utara.


* Tur Sejarah yang Dipandu: Setiap hari, terdapat tur yang dipandu oleh pemandu lokal yang telah dilatih tentang sejarah dan nilai budaya Kota Tua Barus. 


Tur mencakup kunjungan ke lokasi reruntuhan pelabuhan kuno, Candi Bahal, makam ulama terkenal, serta lokasi penemuan artefak sejarah.


* Festival Budaya Barus: Setiap tahun pada bulan September, diselenggarakan festival yang menampilkan tarian tradisional, musik lokal, dan pameran kuliner khas daerah. 


Kegiatan ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat lokal untuk memperkenalkan budaya mereka.


* Program Belajar Sejarah untuk Siswa: Dinas Pariwisata bekerja sama dengan sekolah-sekolah di sekitar kawasan untuk mengadakan kunjungan edukatif secara berkala. 


Siswa diajak belajar langsung tentang sejarah perdagangan kuno Nusantara dan pentingnya melestarikan warisan budaya.

 

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL.

 Sebagian besar pekerjaan di kawasan wisata, seperti pemandu wisata, penjaga situs, dan penjual produk lokal, diisi oleh masyarakat sekitar. 


Mereka juga dibantu untuk mengembangkan produk kerajinan tangan dan kuliner khas yang menjadi oleh-oleh khas Kota Tua Barus.

 

"Kami ingin pengembangan wisata di sini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membuat masyarakat lokal bangga dengan sejarah dan budaya mereka sendiri," ujar Kepala Dinas Pariwisata Tapteng.

 

Salah satu situs yang menjadi daya tarik utama adalah Candi Bahal, yang diperkirakan dibangun pada abad ke-11 Masehi. 


Menurut catatan dalam "Cagar Budaya Indonesia" yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek, candi ini merupakan bukti keberadaan pengaruh Hindu-Buddha di kawasan Sumatera Barat pada masa lalu. 


Arsitektur candi yang unik dengan ukiran-ukiran khas daerah menjadi objek studi bagi banyak akademisi.

 

Selain itu, Reruntuhan Pelabuhan Kuno Barus yang terletak di tepi pantai juga menjadi daya tarik. 


Di sini, wisatawan dapat melihat bekas dermaga yang pernah digunakan untuk muat turun barang dagangan, serta artefak seperti pecahan piring Cina kuno yang sering ditemukan di sekitar lokasi.

 

"Setiap kali saya membawa wisatawan berkeliling, saya merasa bangga bisa menceritakan bagaimana nenek moyang kita pernah berjaya dalam perdagangan dan menjalin hubungan dengan berbagai negara di dunia," ujar Sitorus, salah satu pemandu wisata lokal yang berasal dari desa sekitar Kota Tua Barus.

 

Upaya pengembangan ini diharapkan tidak hanya menjadikan Kota Tua Barus sebagai destinasi wisata yang menarik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih menghargai dan menjaga warisan budaya yang telah ada selama berabad-abad.


01. Reruntuhan Pelabuhan Kuno Barus

 * Deskripsi: Menampilkan bekas dermaga batu yang pernah digunakan untuk muat turun komoditas perdagangan seperti kapur barus, merica, dan kayu cendana. 


Dapat dilihat juga bekas struktur bangunan yang diperkirakan sebagai gudang atau tempat tinggal pedagang asing. 


02. Candi Bahal (Hubungan dengan Kota Tua Barus)

 * Deskripsi: Meskipun terletak di Kabupaten Padang Lawas Utara, Candi Bahal yang dibangun pada abad ke-11 Masehi merupakan bukti hubungan Kota Tua Barus dengan kerajaan Pannai dan Sriwijaya. 


Kompleks candi ini terdiri dari tiga bangunan yang terbuat dari bata merah dengan ukiran yang jelas pada dindingnya, menunjukkan kemajuan arsitektur dan seni pada masa itu. 


 03. Artefak yang Ditemukan di Kota Tua Barus

 * Deskripsi: Gambar keramik Cina kuno, pecahan piring, prasasti Tamil (ditemukan pada tahun 1873 dan disimpan di Museum Nasional), serta alat-alat perdagangan kuno. 


Prasasti Tamil yang berusia sekitar abad ke-11 Masehi menjadi bukti bahwa Kota Tua Barus telah menjalin hubungan perdagangan dengan negara lain sejak lama. 


Keramik yang ditemukan menunjukkan bahwa kawasan ini dihuni antara akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-12 Masehi.


 

04. Makam Syekh Mahmud Barus dan Benteng Portugis

 * Deskripsi: Foto makam Syekh Mahmud Barus yang terletak di kawasan Papan Tinggi menjadi bukti penyebaran agama Islam di Kota Tua Barus. 


Selain itu, reruntuhan benteng Portugis menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi sasaran penjajah dalam perebutan komoditas bernilai tinggi. Makam dan benteng ini menjadi bukti dinamika sejarah Kota Tua Barus yang melibatkan berbagai pengaruh budaya dan politik.


05. Peta Lokasi Kota Tua Barus pada Masa Kuno

 * Deskripsi: Peta yang menunjukkan posisi Kota Tua Barus sebagai salah satu pelabuhan penting di pesisir barat Sumatera, serta hubungannya dengan jalur perdagangan internasional. 


Peta ini juga mencantumkan nama-nama lain yang digunakan untuk menyebut Kota Tua Barus seperti Fan Sur atau Baru Sai, yang sesuai dengan catatan dalam naskah kuno India, Cina, dan Arab.


(Ditulis oleh Demak MP Panjaitan Pance Wartawan MEDIA-DPR-COM: Sumber Tulisan Ilmiah dan Barus Seribu Tahun yang Lalu: Ditulis oleh arkeolog Prancis Claude Guillot bersama beberapa penulis lainnya, buku ini menyebutkan bahwa Barus termasuk kota kuno terkenal di Asia sejak abad ke -6 Masehi.

close