TAPTENG | MEDIA-DPR-COM. Peristiwa memalukan dan viral mengguncang dunia pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)
Lurah Padang Masiang, Kecamatan Barus, Hendra Hutauruk, nekat melakukan aksi anarkis dengan memukul meja dan membentak Ketua DPRD Tapteng, Achmad Rivai Sibarani, saat rapat pembahasan bantuan bencana.
Insiden yang terekam kamera dan menyebar luas di media sosial ini terjadi pada Senin (27/04/2026) di Kantor Kecamatan Barus.
Kronologi Keributan: "Dalam video yang beredar, terlihat Lurah HH datang menggunakan pakaian dinas namun bersikap sangat tidak pantas. Ia bahkan menyalakan rokok di tengah forum resmi yang dihadiri masyarakat korban bencana".
Saat Ketua DPRD memintanya untuk berdiri dan memberikan penjelasan terkait penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup), stimulan rumah rusak, dan perabotan, lurah tersebut justru tidak terima.
Secara emosional, ia memukul meja dengan keras dan membentak pimpinan dewan hingga terjadi cekcok mulut yang memanas. Sikap arogan ini memicu kemarahan warga yang hadir, sehingga massa nyaris melakukan amuk massa terhadapnya.
Melihat situasi yang semakin ricuh dan membahayakan, petugas kepolisian yang berjaga di lokasi segera bertindak cepat, langsung amankan yang bersangkutan dan bawa ke Polres Tapteng untuk meredakan emosi masyarakat dan mencegah hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Curiga di Bawah Pengaruh Narkoba, Mendesak Tes Urine
Merespons perilaku yang sangat tidak wajar dan di luar akal sehat tersebut, Anggota DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani S.H., M.H., speak up keras.
Rahmansyah, yang juga Ketua DPD II Partai Nasdem Tapteng ini menilai bahwa gelagat fisik, cara bicara, dan emosi yang meledak-ledak itu sangat mencurigakan.
"Kami dan warga curiga kuat beliau sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang atau 'Narkoboy'. Bagaimana mungkin seorang pejabat bisa bertindak seberani itu merusak forum dan membentak atasan jika pikirannya jernih?" ujar Rahmansyah.
Oleh karena itu, ia mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan tindakan tegas.
"Kami meminta agar segera dilakukan tes urine terhadap Hendra Hutauruk. Jangan biarkan aparat yang seharusnya menjadi teladan justru merusak nama baik institusi karena kemungkinan besar sedang 'high'," tegasnya.
Seruan Tegas: Jangan Biarkan Birokrasi Tercemar
Insiden ini menjadi pelajaran berharga dan sorotan tajam bagi seluruh elemen. Dalam forum yang membahas penderitaan rakyat korban bencana, seharusnya diisi dengan empati dan kepala dingin, bukan dengan arogan dan kekerasan.
Masyarakat berharap jika terbukti positif menggunakan narkoba, pihak berwenang segera memberikan sanksi berat sesuai aturan yang berlaku demi menjaga kehormatan dan integritas birokrasi.
(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

