Bongsu Pasaribu: Harimau Mengganas Tapanuli yang Mengorbankan Nyawa untuk Kemerdekaan

Iklan Semua Halaman

.

Bongsu Pasaribu: Harimau Mengganas Tapanuli yang Mengorbankan Nyawa untuk Kemerdekaan

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Sabtu, 07 Maret 2026

TAPTENG | MEDIA-DPR-COM. Bongsu Pasaribu, yang dikenal dengan julukan Komandan Harimau Mengganas Tapanuli, lahir di Kampung Hutagodang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut)


Dari pasangan Raja Panda Potan Pasaribu dan Barita Mopul Br. L. Bersama saudara kandungnya Raja Johannes Pasaribu, keduanya terlibat aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan akhirnya gugur untuk tanah air.

 

Pada masa pendudukan Jepang, ia membentuk angkatan pemuda dan menjabat sebagai komandan Kompani Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 

.

Setelah proklamasi kemerdekaan tahun 1945, TKR bergabung menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), dan Bongsu Pasaribu menjabat sebagai Kapten sekaligus komandan batalyon Harimau Mengganas Tapanuli. Pada masa itu, 


Maraden Panggabean menjabat sebagai komandan sektor IV dan Dr. Ferdinand Lumban Tobing sebagai gubernur militer Tapanuli.

 

Perjuangannya mencapai titik puncak pada tanggal 3 Maret 1947, saat pecahnya Agresi Militer Belanda II. Beliau gugur setelah dipenggal secara keji oleh tentara kolonial Belanda di Harakka, Barus. 


Namun perlu diperhatikan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai tahun wafatnya, di mana sebagian sumber menyebutkan tahun 1949.

 

Untuk mengenang jasanya, setiap tanggal 3 Maret masyarakat Kecamatan Sorkam dan Barus di Kota Sibolga serta daerah kelahirannya memperingati hari wafatnya dengan kegiatan penaburan bunga di makam dan pertunjukan drama sejarah yang mengabadikan perjuangannya. 


Nama Bongsu Pasaribu juga diabadikan pada nama jalan di beberapa daerah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kotamadya Sibolga.

TUGU DAN MONUMEN PERJUANGAN YANG MENGABADIKAN NAMANYA,:

 

* Tugu Pahlawan Bongsu Pasaribu di Kampung Hutagodang, Kabupaten Tapanuli Tengah – menjadi pusat penghormatan bagi masyarakat lokal dan tempat pendidikan sejarah bagi generasi muda.


* Monumen Perjuangan Tapanuli di Kotamadya Sibolga – menyertakan nama Bongsu Pasaribu beserta pahlawan lainnya dari daerah Tapanuli dalam daftar penghormatannya.


* Tugu Harimau Mengganas di kawasan Harakka, Barus – berdiri di lokasi di mana beliau gugur, sebagai bukti kenangan akan pengorbanannya yang tidak lekang oleh waktu.

 

Semua tugu dan monumen tersebut bukan hanya sebagai simbol penghormatan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air, dan pengorbanan kepada generasi mendatang.


Berita ini untuk mengingatkan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat mengenai perjuangan pahlawan lokal yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.


(Ditulis oleh Demak MP Panjaitan/Pance Wartawan MEDIA-DPR-COM dan Sumber Sejarah)

 

SUMBER SEJARAH 

Informasi mengenai Bongsu Pasaribu sebagian besar diperoleh dari warisan lisan masyarakat lokal di Tapteng dan Kota Sibolga, yang telah ditularkan secara turun-temurun. Beberapa referensi yang dapat menjadi acuan:

 

Diskusi di platform Wikipedia:Warung Kopi yang mencatat julukannya dan bentuk penghormatan yang diberikan.

* Dokumen dan arsip pemerintah lokal Tapteng serta Kota Sibolga yang mencatat nama beliau dalam daftar pahlawan daerah.

* Museum Fansuri di Tapteng dan situs sejarah perjuangan kemerdekaan di daerah Barus yang menyebutkan kontribusinya.

 

Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan terpercaya, disarankan merujuk pada buku sejarah daerah Tapteng yang diterbitkan oleh pemerintah atau lembaga penelitian sejarah lokal, serta melakukan penelitian langsung ke lokasi terkait seperti kampung kelahiran dan makamnya.

 

 

close