Taksu Bali Dwipa Dukung dan Perkuat Desa Adat Menolak Hare Krishna /ISKCON

Iklan Semua Halaman

.

Taksu Bali Dwipa Dukung dan Perkuat Desa Adat Menolak Hare Krishna /ISKCON

Media DPR
Minggu, 16 Agustus 2020

DENPASAR BALI | MEDIA-DPR.COM, Forum Taksu Bali Dwipa  tidak membenci Hare Khrisna (ISKCON) kami hanya minta ketulusannya keluar dari Hindu , karena dari segi apapun sudah beda , hanya sama-sama memakai Icon KHRISNA dengan beda pemahaman yaitu : 


1. Hindu Nusantara sangat menghormati Sri Khrisna sebagai Avatar Manifestasi Tuhan yaitu : Wisnu 

2. Sedangkan Hare Khrisna,Sri Khrisna adalah Entitas Tunggal sebagai TUHAN.

3. Dalam ajaran Hindu Nusantara Tujuan akhir adalah Moksartham Jagadhitam Ca Iti Dharmah sednagkan HK adalah mengabdi kepada KHRISNA di langit ke tujuh yaitu VAIKUNTA 

4. Kita Suci Hindu Nusantara adalah Catur Weda ditambah Bagawad Githa dan kitab terahir adalah sbg tatatan spiritual bukan wajib dipraktekkan sesuai aslinya artinya : aslinya dari India dengan sgl adat budaya India
Sedangkan Hare Khrisna kitab Sucinya BG Gubahan PRABHUPADA...dg kajian sesuai keinginnya


Dari perbedaan diatas sudah jelas tidak sesuai dengan Hindu Nusantara apalagi ditambah pernyataan PRABHUPADA HARE KHRISNA bukan Hindu , karena penganutnya juga dari berbagai agama ada Kristen dan Muslim.

Untuk hindari polemik berkepanjangan dan juga SK KejakGung No.107/84 sampai saat ini belum dicabut akan lebih bijak keluar dari Hindu dan daftarkan diri sebagai Aliran Kepercayaan terhadap Tuhan YME yang sudah diakui oleh Pemerintah, sehingga tidak lagi menjadi bumerang bagi ajaran Hindu Nusantara dengan beraneka ragam adat dan budaya yang adi luhung.


"Taksu Bali Dwipa tetap akan bergerak menjaga Adat tradisi budaya Bali dari rongrongan Hare Krishna yang telah masuk secara terstruktur dan masif untuk menggeser Adat Budaya Bali", kata Jero Mangku Ketut Wisna.ST.MM saat di konfirmasi MEDIA-DPR.COM Biro Bali Minggu (16/8) melalui sambungan telephone.

"Taksu Bali Dwipa akan mendukung dan memperkuat desa adat yang menolak Hare Krishna karena adat budaya Bali merupakan aset bagi Kita semua yang harus Kita jaga,"imbuhnya.

"Kami bersama elemen/organisasi lain akan tetap bergerak menyuarakan penolakan Hare Krishna dan meminta PHDI untuk mencabut pengayoman Hare Krishna (HK/ISKCON) dan mengeluarkan dari tubuh PHDI Daerah maupun Pusat", pungkas JMW.(GUN)
close
Info Pasang Iklan