Petugas SPBU Gurun Mudo diduga Menjual BBM subsidi Diluar HET kepada Para Penimbun dan Pelangsir

Iklan Semua Halaman

.

Petugas SPBU Gurun Mudo diduga Menjual BBM subsidi Diluar HET kepada Para Penimbun dan Pelangsir

Staff Redaksi Media DPR
Kamis, 18 Maret 2021

 


SAROLANGUN JAMBI | MEDIA-DPR.COM, Antrian Panjang kendaraan pelangsir BBM di SPBU yang berada di desa Gurun Mudo menjadi pemandangan yang biasa setiap hari kala para sopir kedaraan  umum ingin mengisi bahan bakar kendaraan saat Pagi hari antrian panjang ini akibat  kendaraan mobil pelangsir milik warga di lingkungan SPBU keluar masuk melakukan pengisian BBM subsisdi berjenis Premium dan Solar untuk mereka timbun ke gudang dan jerigen yang telah mereka siapkan tak jauh dari SPBU tersebut. 


Hal ini tentu berimbas pada kendaraan lain yang datang untuk mengisi BBM  sekedar untuk ke tempat kerja menjadi terhambat hal ini di sampaikan oleh salah seorang sopir truk Batu bara warga setempat yang meminta identitas  dirinya tidak di sebut, Sopir tersebut menjelaskan sebenarnya SPBU di Gurun Mudo  sangat  amburadul dan tidak tertib lagi  karena kita tahu dua jenis BBM subsidi yang ada mereka jual melebihi harga yang ditetapkan oleh pemerintah.



Harga solar 5150 ke kendaraan umum tapi mereka bisa jual Solar Subsidi kepada para pelangsir dengan harga 5700 rupiah  ada  selisih 650 rupiah hal ini kita ketahui dari keterangan dari salah seorang pelaku pelangsir yang kala itu sempat ngobrol ujarnya.


Lebih lanjut di sampaikan oleh sumber  ini Para petugas SPBU ini sangat licik uang yang didapatkan dari harga di luar HET itu hanya buat para pelansir dan penimbun saja kedaraan umum seperti Kita tetap 5150,Penjualan diluar harga subsidi ini kebijakan oknum para  Petugas saja untuk laporan ke atas tetap dipakai harga yang telah di tetapkan untuk uang 650 perliter ini masuk ke kantong Petugas SPBU dari itu para pelangsir di SPBU tersebut bebas dan terkesan menjadi di istimrwakan karena mereka telah membayar uang (KR) istilah mereka.


Setahu saya untuk BBM jenis solar yang masuk setiap harinya ke SPBU tersebut sebanyak 16000 liter  sehingga dapat dipastikan yang dibeli kedaraan umum hanya sebatas 5000 liter saja di prediksi untuk 11000 liter  diembat para penimbun belum lagi BBM jenis Premium jika di globalkan dua jenis BBM subsidi yang mereka jual ke penibun dengan harga lebih berapa uang yang mereka dapat setiap harinya pungkas sumber media ini. 


Hal yang sama juga di akui oleh salah seorang pengemudi truk asal  Kecamatan mandiangin berisial (DA) saya minta mafia minyak di SPBU Gurun Mudo ini di tangkap oleh pihak kepolisian  karena dua jenis BBM subsidi selalu habis belum waktu nya karena pelangsir di Gurun ini  paling berkuasa dan bebas mereka melangsir sampai minyak di Nozel habis baru berhenti lihat saja mereka para pelangsir bebas pegang Nozel untuk mengisi BBM ke mobil mereka sendiri yang sudah dimodifikasi hal ini kita minta pada pihak terkait dalam hal pihak kepolisian tidak tinggal diam. Kedua Pemda Sarolangun bidang ekonomi dan Perindag,Ketiga pihak Pertamina agar tanggap untuk menertibkan serta menindak SPBU dan oknum petugas nakal di SPBU 


Menurut (DA) menjelaskan Kabar yang kita dengar dari para penimbun yang ke saya bahwa uang selisih harga 650 rupiah tersebut untuk menutup dan memberikan jatah Pihak terkait di duga kepada Oknum pihak Kepolisian dan Pihak wartawan serta intasi lainnya begitu yang kita dapatkan info nya terang (DA) apakah hal ini benar saya tidak   tahu karena saya hanya mendapatkan informasi dari para pelansir sebutnya.


Pantauan media ini dilapangan terlihat para Penibun BBM subsidi ini bebas bongkar minyak yang mereka langsir dari SPBU  sedangkan di SPBU sendiri terlihat antrian panjang kendaraan di Nozel Premium dan Solar subsidi sementara di Nozel Pertalite dan Dexlite aman terkendali tidak terjadi antrian  sebelum nya telah di berita Kan berkali kali  terkait soal pelagnsir di SPBU Guru Mudo namun hinga kini tak kunjung berhenti meski telah ada edaran dari Pihak penegak hukum agar tidak melayani Pembelian BBM subsidi menggunakan galon.


Namun bukan pake galon lagi mereka  ganti tangki modifikasi dengan ukuran besar tidak Standar lagi sehingga berimbas pada antrian panjang karena saat pengisian terlalu lama ini pemicu terjadinya antrian setiap hari di SPBU ini semoga harapan para sopir dan warga masyarakat agar pihak terkait untuk turun gunung agar semraut nya di SPBU  Kecamatan Mandiangin ini bisa di tertibkan sesuai dengan aturan tentang tata cara yang di atur dalam regulasi. (Red)

close