DPRD Sarolangun Kebakaran jenggot sambut aksi HMI

Iklan Semua Halaman

.

DPRD Sarolangun Kebakaran jenggot sambut aksi HMI

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Jumat, 19 November 2021

Sarolangun,MEDIA DPR . COM - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi himpunan mahasiswa Islam (HMI) cabang Sarolangun untuk kedua kalinya menggeruduk kantor DPRD Sarolangun, Kamis 18 November 2021, mereka ber orasi di halaman kantor DPRD Sarolangun dengan pengawalan ketat kepolisian dan satuan polisi pamong praja.


Kedatangan himpunan mahasiswa Islam cabang Sarolangun, mempertanyakan semakin membengkaknya anggaran sekretariat DPRD Sarolangun dimasa pandemi, sementara dalam situasi pandemi covid-19, warga Sarolangun disibukkan dengan penderitaan ekonomi yang anjlok, selain itu DPRD Sarolangun dituding 35 anggota DPRD Sarolangun menghamburkan anggaran menjelang diakhir tahun 2021 dengan alasan Bintek ke Bengkulu yang terjadwal tiga pekan sebelumnya.

Dalam orasinya mahasiswa yang menuding DPRD Sarolangun tidak lagi menjadi wakil rakyat melainkan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok, disaat rakyat menjerit akibat anjloknya soal ekonomi dimasa pandemi covid-19.


Di halaman kantor DPRD Sarolangun, ketua DPRD Tontawi Jauhari yang mendengarkan langsung orasi mahasiswa Sempat adu argumen, Tontawi dari raut wajahnya terlihat marah dan menolak tudingan mahasiswa bahwa ini bukan kepentingan dewan, bahkan ketua DPRD mempertanyakan data yang diperolah mahasiswa tentang pembengkakan anggaran sekretariat DPRD Sarolangun. 

"Berikan saya waktu untuk bicara, dan mari kita bahas bersama di dalam kita kupas berdasarkan data" sebut Tontawi Jauhari sesaat sebelum audiensi di ruang 


Sambungnya" ini merupakan pembahasan APBD terlambat sejak saya menjadi anggota DPRD Sarolangun, sampai hari ini belum di serahkan oleh pemerintah kabupaten ini pembahasan yang paling terlambat " kata tontawi


Sementara Debi kurniawan ketua umum Himpunan mahasiswa Islam (HMI) cabang Sarolangun, kajian strategis yang dibangun dan ini merupakan kajian interplasi, HMI dijelaskan Debi akan mendukung program yang memang memikirkan kepentingan rakyat, namun akan menjadi lawan bila DPRD hanya mementingkan kepentingan kelompok dan pribadi.

" Kita tidak mau kepentingan politik dikaitkan dengan kepentingan rakyat, dan kita mempertanyakan sejumlah anggaran membengkak hanya untuk kepentingan dewan" tegas Debi kurniawan ketua umum HMI cabang Sarolangun


Setelah orasi ketua DPRD Sarolangun melakukan audiensi bersama mahasiswa di ruang, dalam pembahasan ketua DPRD mengaku tidak mengetahui adanya pembengkakan anggaran, pengesahan perlu adanya pembahasan dan ketua DPRD sendiri yang akan menandatanganinya bersama bupati, sementara data yang didapatkan mahasiswa pembengkakan dana sekretariat DPRD Sarolangun Tontawi mengaku tidak tahu.


" Kita masih membahas anggaran APBD saya dan bupati yang akan menandatanganinya, dan data adek adek mahasiswa darimana kita juga tidak tahu" ungkap Tontawi usai audiensi

Sementara Tontawi menyindir tentang keberangkatan bimtek 35 anggota DPRD yang tidak diketahui Kabag Humas DPRD Sarolangun, dijelaskan Tontawi Kabag Humas saat itu dijambi dan tidak mengetahui keberangkatan bimtek 35 anggota DPRD Sarolangun.


"Iya dia tidak tahu karena sedang kejambi, sementara jadwal keberangkatan bimtek telah dijadwalkan tiga Minggu sebelumnya" kata tontawi 


Debi kurniawan ketua HMI cabang Sarolangun mengindikasi adanya permainan ditubuh DPRD Sarolangun, bila DPRD Sarolangun menyatakan data yang ditunjukkan HMI merupakan data bodong, kenapa DPRD tidak mau menyepakati pernyataan sikap HMI.


" Kita pertanyakan, kenapa tidak mau menyepakati pernyataan sikap kita, kalau benar data pembengkakan anggaran dewan merupakan data bodong, kita yakin ada sesuatu yang disembunyikan " tegas debi


Tidak hanya itu Debi kembali mengancam akan melakukan aksi kembali pada Selasa 23 November 2021 disaat kedatangan KPK ke Sarolangun .


"Kita akan kembali aksi disaat kedatangan KPK ke Sarolangun " jelasnya(RYD).

close