KLUNGKUNG|MEDIA-DPR.COM
Bagi masyarakat Bali sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Wariga. Wariga adalah ilmu yang menguraikan tentang persoalan hari-hari baik dan hari-hari yang buruk bagi suatu pekerjaan yang akan dimulai yang disebut pula perhitungan hala hayuning dewasa.
Dijelaskan Dewa Sabtu sebagai praktisi Wariga Belog dan Guru Astana Yoga "wariga merupakan perhitungan ilmu perbintangan yang digunakan sebagai penanda adalah matahari, jarak bintang dan bulan, percaya atau tidak ketiganya berpengaruh terhadap manusia" . Secara makro, menurut wariga belog, ada 210 karakter manusia
Seperti matahari terbit dari pagi, mau ada manusia yang memperhatikan atau tidak, tetap dia jalan. Tapi kita sebagai manusia, kalau tidak memperhatikan perilaku alam, kita akan kiamat, kita akan kacau," tegasnya. Bagaimana mengilmiahkan pikiran dengan kata-kata, mengilmiahkan kata-kata dengan langkah. Jika program kita sudah balance dan tenang, selanjutnya berani ndak mengambil keputusan? Bisa berkembangkah program itu?
Di dalam konsep perhitungan wariga ditemukannya, jangankan orang berpendidikan, orang tak berpendidikan pun ingin perubahan untuk hari esok. Menurutnya, tidak ada manusia hidup dua kali. Oleh karena itu, hendaknya manusia memanfaatkan hak hidup yang telah diberikan oleh leluhur maupun Tuhan. "Mengapa orang lain mampu, kita tidak? Tidaklah benar keterbatasan kita limpahkan ke orang lain, tapi kepada diri sendiri. Kita lahir sama-sama, kita kurang apa, belajarlah, Oleh karena itu, setiap hari tertentu, ada manusia yang cocok terhadapnya. Ada pula yang tidak cocok. Dengan demikian bekal hidup berupa, guru, ratu, lara, dan pati. Dewa Sabtu yang belajar wariga belog langsung dari Ida Pedanda Nyoman Temuku yang sudah Lebar pada tahun 2019, Beliau sebelum wafat banyak di datangi tokoh-tokoh nasional untuk berdiskusi tentang wariga belog termasuk Mentri Sekertaris Negara dan Presiden ujar Dewa Sabtu. Wariga Belog sangat berbeda dengan wariga yang umum beredar di masyarakat Bali, misalnya hari baik untuk perkawinan kalender Bali belum tentu cocok dengan Wariga Belog, karena harus dianalisa lebih detail terhadap hari si pria dan wanita. Dewa Sabtu mempersilahkan untuk berdikusi tentang Wariga Belog di kediamannya di Klungkung namun konfirmasi terlebih dahulu lewat wa 859-3610-2029 karena kesibukan lain sebagai pengajar Astana Yoga.
(Sandhi)

Komentar


