TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Bencana banjir yang melanda wilayah Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara (Batara) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pada 26 dan 27 November 2025, berdampak serius terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Sejumlah pelaku usaha mikro yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan harian turut menjadi korban dan hingga kini masih menunggu kehadiran Pemerintah Desa (Pemdes) Senin (08/12/2025)
Salah satu korban terdampak adalah Renson Sihotang, dikenal di Media Sosial (Medsos) melalui akun Facebook “Penjinak Harimau”, sekaligus sosok yang aktif dalam kegiatan sosial dan militansi BS di lingkungan desa.
Warung miliknya, tempat menjual minuman ringan untuk para pengunjung kawasan wisata religi Makan Papan Tinggi sebuah kompleks makam kuno di atas bukit di Desa Pananggahan, tempat peristirahatan tokoh penyebar Islam awal di Barus, Syekh Mahmud Al-Muhtazam, yang datang dari Yaman sekitar abad ke -7. Ini adalah situs wisata religi dan sejarah penting yang menjadi bukti awal masuknya Islam di Nusantara. tersapu derasnya arus banjir dan hilang seketika.
Renson kini kehilangan total sumber penghasilan yang selama ini menjadi tumpuan kehidupan keluarganya.
Lebih ironis, hingga berita ini diturunkan, belum ada perhatian maupun bantuan dari Pemdes Pananggahan. Kondisi ini mempersulit upaya pemulihan ekonomi keluarga Renson, yang kini berada dalam situasi serba terbatas.
Kerugian serupa juga dialami Ibu Mida Malau, pedagang jeruk bali yang membuka lapak bersebelahan dengan warung milik Renson. Pondok jualan Ibu Mida, rusak parah hingga tidak dapat difungsikan kembali, membuatnya terpaksa berhenti berdagang dan kehilangan penghasilan.
Masyarakat setempat mengharapkan Pemdes atau Kecamatan dan Pemkab Tapteng maupun lembaga terkait segera bergerak memberikan perhatian nyata kepada para pelaku usaha kecil yang terdampak, mengingat keberadaan mereka tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan sektor wisata religi Makam Papan Tinggi Ini adalah situs wisata religi dan sejarah penting yang menjadi bukti awal masuknya Islam di Nusantara.
Berita ini sebagai bentuk dorongan agar pemangku kebijakan memberikan respons cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat pasca bencana. pungkasnya. (Lisberth Manik S.E.)

Komentar

