Sebagian Karyawan Kebun Malabar Sampaikan Keluhan Terkait Keterlambatan Gaji: Askep Berikan Klarifikasi

Iklan Semua Halaman

.

Sebagian Karyawan Kebun Malabar Sampaikan Keluhan Terkait Keterlambatan Gaji: Askep Berikan Klarifikasi

Staff Redaksi Media DPR
Kamis, 18 Desember 2025

KABUPATEN BANDUNG | MEDIA-DPR.COM, Sebagian Karyawan di Kantor Kebun Malabar menyampaikan keluhan terkait keterlambatan gaji dan perlakuan yang mereka rasakan kurang adil.


Keluhan ini muncul dalam sebuah video yang beredar di media sosial, aksi tersebut bertepatan dengan kegiatan penghijauan di Blok Pahlawan Kebun Malabar, Afdeling Cinyiruan, Kertamanah (16/12/2025).


Dalam video tersebut, perwakilan karyawan menyampaikan aspirasi terkait beban kerja yang tidak seimbang, kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, serta ucapan-ucapan yang dianggap merendahkan dari pihak pimpinan.


Para pekerja mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan pimpinan yang dianggap menyakitkan hati, serta perbedaan upah yang mencolok antara mereka yang bekerja keras dengan yang kinerjanya kurang maksimal.


"Mereka juga menyoroti kurangnya perhatian terhadap kondisi jalan menuju tempat kerja, terutama saat pulang malam."


Menanggapi hal tersebut, Asisten Kepala (Askep) Kebun Malabar

Lukirizal Firmansyah, tepatnya pada hari Kamis (18/12/2025) memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp.


Ia menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan oleh Manajer Malabar untuk mewakili manajemen dan mendengarkan aspirasi pekerja terkait keterlambatan gaji.


"Saya yang ditugaskan oleh Manajer Malabar mewakili manajemen yang saat itu ada kegiatan penanaman teh di Kertamanah, mendengarkan apa yang menjadi aspirasi pekerja terkait keterlambatan gaji," jelas Lukirizal.


Masih Lukirizal menjelaskan bahwa keterlambatan gaji tersebut dialami oleh pekerja panen borong yang berada di bawah naungan PT. Selaras Gema Prakarsa (SGP) selaku penyedia jasa tenaga kerja.


"Mereka dalam hal ini pekerja panen borong yang di wadahi oleh PT. Selaras Gema Prakarsa (SGP) selaku penyedia jasa tenaga kerja menanyakan gaji mereka sampai terlambat yang direncanakan tanggal (15/12/2025) mundur ke tanggal (16/12/2025) " tambahnya.


Keterlambatan ini disebabkan karena adanya perbedaan bank antara PTPN 1 Regional 2 (BRI) dan PT. SGP (BNI), sehingga transfer dana gaji membutuhkan waktu satu hari.


"Informasi yang saya dapat bahwa uang gaji dari PTPN 1 Regional 2 baru di transferkan ke rekening PT. SGP sore atau malam hari tanggal (15/12/2025) karena beda bank dari BRI (PTPN 1 Reg 2) ke BNI (PT. SGP) sehingga transferan tsb menunggu 1 hari," jelas Lukirizal.


Pada tanggal 16 Desember, sekitar pukul 08.00, dana transfer untuk gaji pekerja baru masuk ke rekening PT. SGP dan langsung ditransferkan ke rekening masing-masing pekerja.


Selain itu, para pekerja juga menanyakan keberadaan PT. SGP. Pihak manajemen kemudian menghubungi pengurus PT. SGP agar dapat hadir di Kebun Malabar. Sekitar pukul 11.00, perwakilan PT. SGP hadir dan berdialog dengan perwakilan pekerja.


Manajemen Kebun Malabar berharap penjelasan ini dapat meredam kekhawatiran para pekerja dan menegaskan komitmen perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan, pungkas Lukirizal.

Sampai berita ini tayang pihak lainnya belum bisa ditemui.


(Ayi Supriatna)

close