JAKARTA | MEDIA-DPR.COM. Kue Talam, yang kini dikenal sebagai kuliner khas Kota Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang menarik bagi masyarakat luas, termasuk anak muda jaman sekarang.
Upaya pengembangan bisa dilakukan melalui berbagai aspek: diversifikasi tampilan dan penyajian, inovasi kemasan, peningkatan mutu bahan, serta kreasi varian rasa baru seperti campuran durian, nangka, atau disajikan dalam bentuk dingin (es) sesuai selera pasar.
Selain itu, perlu juga diperkuat strategi pemasaran dan pelayanan siap saji agar lebih mudah dijangkau.
Tak hanya dikenal di daerah asalnya, kehadiran Kue Talam kini juga meriahkan acara pesta adat di Jabodetabek.
Dalam acara adat yang diselenggarakan oleh komunitas Suhut Bolon asal Silindung, Kue Talam disajikan kepada tamu undangan setelah acara Mangulosi Horong Parboru dan juga masuk dalam rangkaian Mangulosi Hula Hula.
Kelebihan Kue Talam yang memiliki tekstur padat namun lembut, dengan rasa yang enak, membuatnya mampu memberikan kenyamanan dan mengganjal perut hingga akhir acara adat maupun perjalanan pulang ke rumah.(Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

