Dari Malang, Kisah Bripka Seladi: Polisi Jujur yang Memulung Demi Keluarga Viral, Jadi Teladan Nasional.

Iklan Semua Halaman

.

Dari Malang, Kisah Bripka Seladi: Polisi Jujur yang Memulung Demi Keluarga Viral, Jadi Teladan Nasional.

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Kamis, 19 Februari 2026

MALANG | MEDIA-DPR.COM. Di tengah maraknya pemberitaan tentang praktik korupsi dan gaya hidup hedonis oknum aparat, kisah inspiratif datang dari Kota Malang. Provinsi Jawa Timur (Jatim)


Bripka Seladi (Purn), mantan anggota Satlantas Polresta Malang Kota, menjadi viral di media sosial karena keteguhannya menolak suap dan memilih menjadi pemulung demi menghidupi keluarganya secara halal. 


Kisahnya kini menjadi teladan dan perbincangan hangat di berbagai platform online.

 

Selama 16 tahun mengabdi sebagai abdi negara, Bripka Seladi dikenal sebagai sosok yang jujur dan berdedikasi. 


Ia tak pernah sekalipun tergoda untuk menerima "uang pelicin" dari para pelanggar lalu lintas. Prinsipnya kuat: rezeki haram tak akan membawa berkah.

 

"Saya selalu ingat pesan orang tua. Jadi polisi itu amanah, harus jujur dan adil. Kalau cari uang dengan cara yang tidak benar, sama saja makan racun," tegas Bripka Seladi saat dihubungi MalangPost.id melalui sambungan telepon, Rabu (19/02/2026).

 

Namun, menjadi polisi jujur di tengah sistem yang koruptif bukanlah perkara mudah. Dengan gaji yang pas-pasan, Bripka Seladi harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akhirnya, ia memutuskan untuk menjadi pemulung sepulang dinas.

 

"Awalnya malu juga. Tapi saya pikir, pekerjaan ini halal. Saya tidak mencuri atau merugikan orang lain. Justru saya membantu membersihkan lingkungan," ujarnya.

 

Keputusan Bripka Seladi ini sempat membuat anak-anaknya menjadi bahan ejekan teman-temannya. 


Mereka malu karena sang ayah seorang polisi, namun juga seorang pemulung. Namun, Bripka Seladi tak pernah lelah memberikan pengertian dan menanamkan nilai-nilai kejujuran.

 

"Saya selalu bilang ke anak-anak, 'Jangan malu dengan pekerjaan ayah. Yang penting, ayah mencari nafkah dengan cara yang benar dan halal.' Alhamdulillah, mereka mengerti dan mendukung saya," tuturnya.

 

Berkat didikan keras dan penuh kasih sayang, anak-anak Bripka Seladi berhasil meraih pendidikan tinggi. Bahkan, salah satunya mengikuti jejak sang ayah menjadi anggota Polri.

 

"Ayah adalah pahlawan bagi saya. Beliau mengajarkan saya tentang arti kejujuran, kerja keras, dan pengorbanan. Saya bangga menjadi anaknya," ujarnya


 Kisah Bripka Seladi telah menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa integritas dan kejujuran adalah nilai-nilai yang tak ternilai harganya. 


Ia juga menjadi pengingat bagi para penegak hukum untuk selalu menjunjung tinggi moralitas dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

 

Atas keteladanannya, Bripka Seladi pernah menerima penghargaan dari Kapolri. Selain itu, ia dan istrinya juga mendapatkan hadiah umroh dari almarhum Syekh Ali Jaber, yang sangat terinspirasi dengan prinsip hidupnya.

 

"Alhamdulillah, ini adalah rezeki dari Allah SWT. Saya sangat bersyukur," ucapnya dengan tulus.

 

Kisah Bripka Seladi adalah cermin bagi kita semua. Di tengah era yang serba materialistis, ia mengajarkan kita tentang pentingnya integritas, kejujuran, dan kesederhanaan. 


Semoga kisah ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berbuat baik dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

 

[Penulis: Demak MP Panjaitan/Pance MEDIA-DPR.COM. Sumber dan Gambar. Suwito dan  Malang Post]

close