DPRD Tapteng Minta Kolaborasi BBWS dan Pemprovsu Bangun Bronjong untuk Tangani Bencana Alam

Iklan Semua Halaman

.

DPRD Tapteng Minta Kolaborasi BBWS dan Pemprovsu Bangun Bronjong untuk Tangani Bencana Alam

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Minggu, 15 Februari 2026

TAPTENG, MEDIA-DPR.COM. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Joneri Sihite, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dalam pembangunan serta pemeliharaan sungai yang terkena bencana alam di daerah tersebut. 


Pernyataan ini disampaikan Joneri Sihite S.E Wakil Ketua DPRD Tapteng yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tapteng kepada wartawan pada Sabtu (14/02/2026). di Tapteng 

 

Joneri menegaskan, DPRD Tapteng mendesak kedua instansi di bawah kepemimpinan Gubernur Muhamad Bobby Afif Nasution S.E., M.M., untuk segera membangun bronjong di setiap lokasi sungai yang terdampak bencana pada 25 November 2025 dan 11 Februari 2026, mengingat hingga kini belum ada tanda-tanda serius dari pihak terkait. ujarnya.

 

Menurutnya, tanggul sementara yang dibuat tidak efektif, terbukti dengan terjadinya luapan air sungai pada 11 Februari lalu di Kecamatan Barus dan Tukka. Sungai Hutabolon, Aek Tolang, serta Aek Sirahar Barus meluap hingga ketinggian 1 hingga 3 meter, mengakibatkan masyarakat mengungsi dan ditempatkan di GOR Pandan Jln Dr. Ferdinand Lumban Tobing Kota Pandan Tapteng. jelasnya.

 

Joneri juga menyebutkan bahwa fenomena cuaca ekstrem yang tidak lazim telah menyebabkan kerugian besar, termasuk pada kejadian 25 November 2025 yang menelan 127 korban jiwa dan 37 orang yang belum ditemukan. Selain pembangunan bronjong, ia juga meminta dilakukan pembersihan sedimentasi di sepanjang sungai.sebutnya.

 

Beberapa sungai yang mengalami kerusakan dan sering meluap antara lain Sungai Aek Tolang (Kecamatan Pandan), Sihaporas (Sarudik), Aek Sibundong (Sorkam), Aek Sirahar (Barus), Aek Harse (Tukka), Aek Lopian (Badiri), dan Aek Kolang (Kolang). ungkapnya.

 

"Jika tidak segera dilakukan pengerjaan pembuatan bronjong, dipastikan akan kembali makan korban dan material. imbuhnya.


Normalisasi dan pemasangan bronjong diperlukan untuk memperkuat struktur tanah, mencegah pendangkalan, dan mengarahkan aliran air agar tidak meluap ke pemukiman," pungkas.(Lisbeth Manik.S E )

close