"Jangan Maki Kami, Tapi Tolong Doakan Kami" Tangis Wakil Bupati Kupang di Depan Warga Menjadi Panggilan Bersama

Iklan Semua Halaman

.

"Jangan Maki Kami, Tapi Tolong Doakan Kami" Tangis Wakil Bupati Kupang di Depan Warga Menjadi Panggilan Bersama

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Minggu, 08 Maret 2026

KUPANG | MEDIA-DPR-COM. Desa Nonbaun Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumat (05/03/2026) Musrenbang tahunan yang biasanya dianggap acara rutin dan "kering" berubah menjadi momen yang menyentuh hati ratusan warga, kepala desa, dan aparat kecamatan yang hadir di Gereja Imanuel Nonbaun. 


Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, S.Ars., M.Ars., yang tampil sebagai pejabat sekaligus anak kampung, tidak bisa menyembunyikan emosinya dan menangis saat menyampaikan kondisi nyata daerah.

 

"Saya bisa merasakan hal yang sama seperti bapa, mama... karena saya juga merasakan didikan orang kampung. Tapi saya bangga akan hal itu," ucapnya dengan suara parau dan bibir yang bergetar.


Kemudian ia mengungkapkan kesusahan yang dirasakan bersama, "Saya cape jadi orang miskin, karena memang kondisi di daerah semakin susah dan kita pemerintah mengakui itu." Pengakuan ini membuat ruangan menjadi sunyi sejenak, dengan banyak warga terharu.

 

Aurum menjelaskan bahwa Bupati Kupang Yosef Lede, S.H. sedang di Jakarta untuk berjuang kepada pemerintah pusat, menyampaikan aspirasi rakyat. 


"Apa yang kita teriak di sini, 'pemerintah tidak peduli kami, pemerintah tidak lihat kami, pemerintah tidak tolong kami', apa yang kita minta TUHAN tahu," katanya, menegaskan keyakinan akan adanya perhatian bagi daerahnya.

 

Ia juga menyatakan bahwa sebagai pemerintah, mereka juga merasa dilema seperti orang tua yang harus mengurus seluruh Kabupaten Kupang. 


"Ada hal-hal sebagai pemerintah agar kita yang bangun, namun ada hal-hal yang bisa kita kerja secara gotong royong," ujarnya sambil mengajak warga untuk bersama-sama mengembangkan pertanian sebagai upaya mengatasi masalah pangan.

 

Menjelang akhir sambutan, suaranya yang hampir habis masih terdengar jelas saat mengucapkan kalimat yang menjadi inti pesannya: "Bapa.. mama.. Jangan maki kami, tapi tolong doakan kami."

 

Momen itu membuat banyak warga terharu – seorang ibu muda memeluk anaknya erat, seorang bapak tua menunduk dengan pundak yang bergetar, dan seorang pemuda mengusap mata dengan lengan bajunya. 


Mereka menyadari bahwa pemimpin mereka juga manusia yang berjuang dan hanya meminta doa sebagai dukungan.

 

Di luar gereja, kondisi kemiskinan masih ada seperti biasa. Namun harapan mulai tumbuh kecil namun pasti, bahwa dengan doa, gotong royong, dan kesungguhan bersama, esok hari layak untuk diperjuangkan. 


Desa Nonbaun bukan hanya saksi musrenbang, melainkan saksi bahwa cara terbesar untuk melayani adalah dengan mengaku kemanusiaan diri sendiri.

 

Untuk diketahui Ayah dari Aurum Obe Titu Eki, S.Ars., M.Ars. adalah drs. Ayub Titu Eki, M.S., Ph.D., yang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Kupang periode 2009–2014 dan 2014–2018. (secara resmi periode keduanya berakhir pada 24 Maret 2019, namun ia berhenti aktif sejak 20 September 2018 karena menjadi caleg DPR-RI). (Red).

close