DUMAI | MEDIA-DPR-COM. Kabar menyakitkan kembali datang dari Provinsi Riau, kali ini seorang guru SD Swasta Santo Tarcisius Dumai bernama Tika Plorentina Simanjuntak (26) ditemukan tewas di rumah kontrakan nya di Gang Horas, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai Provinsi Riau.Kamis (12/03/2026) sekitar pukul 08.37 WIB.
Korban ditemukan dengan luka tusuk yang diduga akibat senjata tajam, dan berdasarkan penyelidikan polisi, pelaku adalah mantan kekasihnya Inizial BM yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu.(Inhu).
Motif pembunuhan diduga dipicu persoalan asmara setelah korban mengakhiri hubungan yang telah berlangsung sekitar tujuh tahun.
Pelaku berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, namun sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun dan pertalite sebelum ditangkap, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jum'at (13/03/2026) setelah menjalani perawatan di RSUD Dumai.
Berita ini telah dilaporkan oleh beberapa media, antara lain sekilasriau.com (publikasi 12 Maret 2026), jpnn.com (publikasi 13 Maret 2026), dan Tribun Video (publikasi 13 Maret 2026).
Peristiwa ini mengingatkan pada kasus serupa yang terjadi di Pekanbaru pada Kamis (26/02/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Seorang mahasiswi UIN Suska Riau bernama Faradilla Ayu Pramesti (23) diserang menggunakan kampak oleh pria bernama Raihan Mufazzar (21) karena cintanya ditolak.
Kasus ini dilaporkan oleh riauaktual.com pada 6 Maret 2026, dan saat ini telah masuk ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Pekanbaru.
Kami turut berdukacita mendalam atas wafatnya Tika Plorentina Simanjuntak. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keteguhan hati.
Kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan, dan penting bagi kita semua untuk menyikapi hubungan asmara dengan cara yang sehat serta mencari bantuan profesional jika mengalami kesulitan emosional (Red)

Komentar


