Kemendagri Dorong Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera – Bantu Pembentukan Satgas hingga Layanan Jemput Bola

Iklan Semua Halaman

.

Kemendagri Dorong Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera – Bantu Pembentukan Satgas hingga Layanan Jemput Bola

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Selasa, 31 Maret 2026
Foti : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Indonesia Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Laporkan di DPR-RI Senin (30/03/2026)


JAKARTA | MEDIA-DPR-COM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera, sebagai bagian dari capaian kinerja strategisnya pada triwulan I tahun 2026.

 

Upaya dukungan tersebut mencakup beberapa langkah kunci, antara lain pembentukan Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera untuk menyelaraskan berbagai program bantuan. Selain itu, dilaporkan di DPR-RI Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Indonesia Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Karnavia @kemendagri | @dpr_ri | @komisi2_dpr Senn (30/03/2026).


Kemendagri juga melakukan pembinaan dan pengawasan penggunaan anggaran daerah yang dialokasikan untuk wilayah terdampak, guna memastikan bantuan tepat sasaran.

 

Tidak hanya terkait infrastruktur dan anggaran, Kemendagri juga memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat terdampak melalui program jemput bola untuk administrasi kependudukan, sehingga mereka tidak perlu kesulitan datang ke kantor pemerintahan untuk mengurus dokumen penting.

 

Dukungan ini merupakan bagian dari peran strategis Kemendagri dalam mendukung program prioritas Presiden, yang juga mencakup penguatan sinergi pusat-daerah melalui Rakornas yang diselenggarakan pada Februari 2026, pengawalan stabilitas harga bahan pokok, hingga berbagai program pembangunan seperti 3 Juta Rumah dan Sekolah Rakyat. 


Hingga 29 Maret 2026, realisasi anggaran Kemendagri telah mencapai Rp1,005 triliun atau 12,85 persen dari total pagu sebesar Rp.7,82 triliun.(Red)

close