Kinerja Pemkab Tapteng Dipertanyakan: Tanda Tangan Bupati Jadi Penghambat Bantuan Rakyat?

Iklan Semua Halaman

.

Kinerja Pemkab Tapteng Dipertanyakan: Tanda Tangan Bupati Jadi Penghambat Bantuan Rakyat?

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Kamis, 16 April 2026


TAPTENG | MEDIA-DPR-COM. Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), kini menjadi sorotan tajam publik. 


Banyak pihak mempertanyakan kenapa kepentingan masyarakat justru terhambat hanya karena satu hal mendasar: tanda tangan Bupati. Sumber: Akun Facebook Dilal di Grup TAPTENG BERSATU UNTUK PERUBAHAN (TBUP), Rabu, 15 April 2026

MEDIA-DPR-COM

 

Isu ini mencuat menyusul masih tertahannya pencairan berbagai bantuan yang seharusnya menjadi hak mutlak rakyat. 


Jika bantuan tidak kunjung cair hanya karena belum ditandatangani, maka ini bukan lagi sekadar masalah administrasi, melainkan soal keberpihakan pemimpin terhadap nasib rakyatnya.

 

Di saat masyarakat membutuhkan kepastian dan pertolongan, justru yang mereka terima adalah ketidakjelasan. Proses birokrasi yang seharusnya berjalan cepat dan responsif, malah terkesan lamban dan berbelit-belit.

 

Lebih miris lagi, dampak dari keterlambatan ini langsung dirasakan oleh rakyat kecil yang sangat menggantungkan harapan pada bantuan tersebut untuk bertahan hidup.

 

Tanda Tangan adalah Tanggung Jawab, Bukan Penghalang


Sebuah catatan keras menyebutkan bahwa seorang pemimpin seharusnya hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi penghambat.

 

"Tanda tangan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap nasib banyak orang. Menunda berarti membiarkan masyarakat menunggu dalam ketidakpastian, bahkan bisa memperburuk kondisi ekonomi mereka," demikian bunyi kritik yang beredar.

 

Publik menegaskan, jika memang ada kendala teknis atau masalah administrasi, seharusnya disampaikan secara terbuka dan diselesaikan dengan cepat. 


Namun jika keterlambatan ini terjadi karena kelalaian atau kurangnya kepedulian, maka publik berhak mempertanyakan komitmen kepemimpinan yang ada.

 

Rakyat Butuh Bukti, Bukan Janji

Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak butuh janji manis, mereka butuh bukti nyata.

 

"Dan saat bantuan tak kunjung cair, itu adalah bukti nyata bahwa ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jangan jadikan kewenangan sebagai alat untuk menahan hak rakyat," tegas sumber tersebut.


 (Demak MP Panjaitan/Pance)

close