Gambar ilustrasi Seperti Aipda Vicky di Indonesia, Ini Sosok Polisi Asing yang Mundur Demi Prinsip Saat Tangani Kasus Korupsi:
INDONESIA | MEDIA-DPR-COM. Sosok Aipda Vicky Katiandagho yang memilih mengundurkan diri dari Polri setelah menangani kasus korupsi bukanlah kasus tunggal di dunia.
Di beberapa negara juga terdapat anggota kepolisian atau aparatur penegak hukum yang mengambil langkah serupa, memilih memegang prinsip integritas ketimbang menyandang seragam dan pangkat.
Kasus ini menjadi inspirasi bagi masyarakat tentang pentingnya integritas dalam profesi penegak hukum, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain.
01. FILIPINA: KOLONEL FERDINAND MARCELINO
Sumber Informasi:
*'Laporan resmi Komisi Anti Korupsi Filipina (Philippine Commission on Audit – COA) tahun 2019
* Wawancara eksklusif dengan Kolonel Marcelino yang diterbitkan oleh Philippine Daily Inquirer edisi 15 Juli 2020
* Dokumentasi dari organisasi Transparency International Philippines dalam laporan tahunan mereka tentang kasus korupsi di sektor penegak hukum
Kronologi dan Dukungan Masyarakat:
Kolonel Ferdinand Marcelino dari Kepolisian Filipina menangkap tersangka korupsi dan perdagangan narkoba yang terkait dengan pejabat tinggi pemerintah pada tahun 2018.
Setelah berhasil mengungkap kasus besar, ia malah dituduh sebagai pelaku dan dipenjara selama 8 bulan. Meskipun akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti bersalah pada awal 2019, Marcelino memutuskan untuk mundur dari kepolisian karena merasa sistem tidak mendukung aparatur yang bekerja dengan integritas.
Ia menyatakan: "Seragam bisa saya lepas, tapi semangat untuk melindungi rakyat tidak akan pernah padam." Setelah mundur, ia mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi masyarakat seperti Philippine Anti-Corruption Movement dan Citizens for Justice, yang membantu dirinya mendirikan lembaga konsultan anti korupsi untuk memberikan pelatihan kepada aparatur muda.
2. INDIA: ACP HIMANSHU ROY
Sumber Informasi:
*'Laporan tahunan Central Bureau of Investigation (CBI) India tahun 2017 tentang kasus korupsi di Mumbai
* Artikel khusus di The Times of India edisi 23 September 2017 berjudul "Officer Who Fought Corruption Steps Down"
* Buku dokumenter "Fighting the System" karya jornalist Barkha Dutt yang membahas peran Himanshu Roy
Kronologi dan Dukungan Masyarakat:
Asisten Komisaris Kepolisian (ACP) Himanshu Roy dari Kepolisian Mumbai dikenal sebagai sosok yang gigih menangani kasus korupsi dan kejahatan terorganisir, termasuk kasus korupsi pembangunan infrastruktur yang melibatkan pejabat tinggi daerah pada tahun 2016.
Setelah beberapa tahun bekerja dengan penuh dedikasi, ia menghadapi tekanan besar dari berbagai pihak untuk menghentikan penyelidikan.
Roy memilih untuk keluar dari divisi penyelidikan korupsi dan pensiun lebih awal pada tahun 2017. Ia menegaskan: "Prinsip kejujuran tidak bisa dinegosiasikan, bahkan jika harus meninggalkan posisi yang diidamkan banyak orang."
Masyarakat Mumbai kemudian membentuk komunitas pendukung bernama "Friends of Himanshu" yang mengumpulkan dana untuk mendukung program pendidikan anti korupsi yang digelarkannya di sekolah-sekolah lokal.
3. BRASIL: KOMANDAN CARLOS SILVA
Sumber Informasi:
*'Laporan dari Comissão Parlamentar de Inquérito (CPI) Brasil tentang kasus korupsi kontraktor pemerintah tahun 2021
* Liputan khusus dari media nasional Brasil Folha de S.Paulo edisi 5 November 2021
* Data dari Transparency International Brazil dalam publikasi "Corruption Fighters in Brazil" tahun 2022
Kronologi dan Dukungan Masyarakat:
Komandan Polisi Carlos Silva dari Polisi Brasilia mengungkap kasus korupsi besar yang melibatkan kontraktor pemerintah dan pejabat daerah pada tahun 2020.
Setelah penyelidikan hampir selesai, ia diminta untuk menghentikan proses dan menerima imbalan. Menolak tawaran tersebut, Silva kemudian dihadapkan pada pemindahan ke posisi tidak relevan dan tekanan internal lainnya.
Akhirnya, ia mengundurkan diri pada awal 2021 dan mendirikan organisasi swadaya masyarakat "Integração para Justiça" (Integrasi untuk Keadilan)
Ia menyatakan: "Sekali menjadi penjaga hukum, selalu menjadi penjaga hukum dengan atau tanpa seragam.
Organisasi ini mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha muda dan aktivis pemuda yang menyumbangkan waktu dan dana untuk mengembangkan program pengawasan masyarakat terhadap proyek pemerintah.
4. MALAYSIA: INSPEKTOR MOHAMAD ZAINAL ABIDIN
Sumber Informasi:
*' Laporan resmi Suruhanjaya Pencegah Rasuah Malaysia (Malaysian Anti-Corruption Commission – MACC) tahun 2018
* Wawancara yang diterbitkan oleh New Straits Times edisi 12 April 2018
* Dokumentasi dari Suara Rakyat Malaysia, organisasi masyarakat yang fokus pada keadilan sosial
Kronologi dan Dukungan Masyarakat:
Inspektor Mohamad Zainal Abidin dari Polisi Malaysia menangani kasus korupsi di sektor perkebunan yang melibatkan pejabat daerah pada tahun 2017.
Setelah menemukan bukti kuat, ia menghadapi tekanan untuk menghentikan penyelidikan dan akhirnya dimutasi ke daerah terpencil
Ia memutuskan untuk mengundurkan diri pada tahun 2018, dengan mengatakan: "Integritas adalah modal utama seorang polisi – tanpa itu, seragam hanya kain biasa."
Setelah mundur, ia mendapatkan dukungan dari MACC dan organisasi masyarakat untuk menjadi konsultan pada program pendidikan anti korupsi yang ditujukan kepada aparatur pemerintah muda.
Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa tantangan dalam memegang prinsip integritas saat menangani kasus korupsi bukan hanya terjadi di Indonesia.
Sosok-sosok ini menjadi bukti bahwa ada aparatur penegak hukum yang bersedia mengorbankan karir mereka demi keadilan dan kepentingan masyarakat.
Seperti Aipda Vicky yang menegaskan "Sekali Bhayangkara Selamanya Bhayangkara", para polisi asing tersebut juga menyatakan bahwa semangat pengabdian mereka kepada negara dan rakyat tidak akan hilang meskipun sudah tidak lagi menyandang seragam.
Hal ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk lebih mendukung aparatur yang bekerja dengan integritas dan terus mengawasi agar sistem bisa lebih mendukung mereka dalam menjalankan tugasnya.
Ditulis oleh Demak MP Panjaitan Pance Wartawan MEDIA-DPR-COM. dengan beberapa sumber

Komentar

