Normalisasi Sungai Bonalumban Dikebut 10 Hari ke Depan, Solusi Ditempatkan agar Warga Tenang Hadapi Lonjakan Air

Iklan Semua Halaman

.

Normalisasi Sungai Bonalumban Dikebut 10 Hari ke Depan, Solusi Ditempatkan agar Warga Tenang Hadapi Lonjakan Air

Staff Redaksi Media DPR Jambi
Kamis, 28 Mei 2026
Normalisasi Sungai Bonalumban Dikebut 10 Hari ke Depan, Solusi Ditempatkan agar Warga Tenang Hadapi Lonjakan Air (Gambar: Lisberth Manik S.E., / MEDIA-DPR.COM)

TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Upaya penanganan banjir di kawasan Sungai Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), terus dipercepat dan dimaksimalkan. 


Pemkab Tapteng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tapteng kini gencar melakukan pekerjaan normalisasi alur sungai serta pembangunan tanggul sementara di wilayah Lingkungan 1, sebagai langkah strategis mengantisipasi datangnya banjir susulan yang selama ini kerap meresahkan warga.

 

Berdasarkan pantauan MEDIA-DPR.COM.di lapangan pada Rabu (28/05/2026), kondisi di sekitar kawasan, khususnya di lingkungan Masjid, sudah mulai membaik dan kering. Meski demikian, masih terlihat sisa-sisa rembesan air dan genangan yang berasal dari aliran limbah rumah tangga warga yang belum sepenuhnya surut.

 

Alat berat milik Dinas PUPR Tapteng terlihat masih beroperasi aktif menggali dan memperlebar alur sungai. 


Pekerjaan ini akan dilanjutkan dengan pemasangan geobag atau kantong tanah berukuran besar yang berfungsi sebagai tanggul penahan sementara. 


Tujuannya agar debit air sungai yang meningkat tidak kembali meluap dan masuk ke pemukiman warga, khususnya di Lingkungan 1 dan Lingkungan 4.

 


Ditinjau Langsung, Dikebut Selesai 10 Hari

Kemajuan pekerjaan ini ditinjau langsung oleh Camat Tukka, Friendky MH Simanungkalit, S.T., didampingi Lurah Bonalumban, Henderson Sitompul, S.P. 


Kehadiran pimpinan wilayah ini bertujuan memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan kendala di lapangan dapat segera diselesaikan.

 

"Pengerjaan normalisasi dan pembangunan tanggul sementara ini kami upayakan dapat selesai dalam kurun waktu sekitar 10 hari ke depan. Kami berharap dengan adanya perbaikan alur dan penahan ini, masyarakat dapat tetap tenang dan tidak lagi cemas apabila debit air sungai naik, karena risiko luapan sudah kami minimalisir semaksimal mungkin," ungkap pihak di lokasi proyek.

 


Temukan Dilema Teknis di Bawah Rambing, Cari Titik Tengah Solusi

Di sisi lain, tim pelaksana di lapangan menemukan tantangan teknis yang cukup pelik di kawasan bawah Rambing hingga ke arah batas bambu. Di titik tersebut muncul dua kemungkinan yang sama-sama memiliki risiko:

 

01. Jika tanggul ditutup rapat, saluran pembuangan limbah rumah tangga warga akan terhalang dan berpotensi menyebabkan genangan air kotor.


02. Sebaliknya, jika dibiarkan terbuka, air sungai saat meluap berpotensi besar kembali masuk ke badan jalan dan pemukiman warga.

 

Pemerintah dan tim teknis kini tengah berupaya mencari solusi terbaik dan titik tengah agar kedua masalah tersebut dapat dipecahkan tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan warga.

 

Sinergi Dukungan Lintas Instansi

Pengerjaan ini berjalan berkat sinergi yang baik antarinstansi. Alat berat disediakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Tapteng, sementara kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional dibantu penuh oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Utara.

 

Pemerintah berharap, serangkaian penanganan sementara ini dapat menjadi benteng awal yang kuat, mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan, serta memberikan rasa aman dan ketenangan hati bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Bonalumban.

(Lisberth Manik S.E.)




 


close