TAPTENG | MEDIA-DPR.COM. Langkah nyata dan cepat ditunjukkan Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Tapanuli Tengah, Ericson Maharaja, S.T., dalam merespons keluhan dan kebutuhan mendesak warga korban banjir bandang.
Ia turun langsung membantu masyarakat yang saat ini masih bertahan hidup di hunian sementara (Huntara) yang dibangun secara mandiri di wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada Jum'at (22/05/2026).
Menyaksikan kondisi warga yang masih berjuang bangkit pasca diterjang bencana dahsyat, Ericson Maharaja bergerak memberikan bantuan prioritas di bidang sanitasi dan air bersih.
Saat ini, ia telah membiayai dan mengerahkan tenaga untuk pembangunan dinding kamar mandi umum guna menjaga privasi dan kebersihan lingkungan pengungsi.
Tidak berhenti di situ, ia juga telah merencanakan pemasangan sumur bor baru agar kebutuhan air bersih warga di pemukiman sementara tersebut dapat terpenuhi dengan layak dan sehat.
Tindakan kemanusiaan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Tukka. Camat Tukka, Friendky MH Simanungkalit, S.T., menyambut baik inisiatif yang dilakukan GAMKI Tapteng dan menganggap kehadiran pihak swasta serta organisasi pemuda sangat membantu meringankan beban pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana.
Diketahui, hingga saat ini masih terdapat sekitar 100 Kepala Keluarga yang belum bisa kembali ke rumah masing-masing dan terpaksa tinggal di pondok-pondok darurat buatan sendiri.
Keterbatasan fasilitas dasar, akses air bersih, dan sarana kesehatan masih menjadi masalah utama yang mereka hadapi sehari-hari.
Kehadiran bantuan dari Ericson Maharaja disambut haru dan penuh rasa syukur oleh seluruh warga pengungsi.
Mereka mengaku sangat terbantu dan mendoakan agar donatur senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta kesuksesan dalam menjalankan usaha dan aktivitasnya.
“Kami sangat bersyukur masih ada pihak yang peduli dengan keadaan kami yang terlantar di sini. Bantuan ini sangat berarti dan meringankan beban kami yang tinggal di Huntara mandiri,” ungkap salah satu perwakilan warga dengan mata berkaca-kaca.
Kisah kepedulian ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial sangat dibutuhkan di tengah masa pemulihan daerah.
Masyarakat berharap semangat berbagi yang ditunjukkan Ketua GAMKI Tapteng ini dapat memicu gerakan serupa dari berbagai elemen masyarakat lainnya, mengingat masih banyak kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.
(Lisberth Manik S.E)

Komentar


