JAKARTA | MEDIA-DPR.COM. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Dewan Penasihat DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan kesan gembira bertemu kembali dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Meski bukan kunjungan pertama ke Indonesia, diskusi kali ini menyentuh langkah strategis memanfaatkan teknologi untuk melayani rakyat lebih cepat dan tepat, serta persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Sumber: Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Senin (06/07/2026)
Luhut memaparkan lompatan besar yang digarap Komite Percepatan Transformasi Digital: “Dulu memverifikasi kelayakan warga menerima bantuan sosial butuh waktu 75 hingga 200 hari. Sangat menyiksa mereka yang sedang kesulitan. Kini lewat uji coba di Banyuwangi, proses itu selesai dalam hitungan menit!”
Saat ini sistem digitalisasi bansos telah menjangkau 43 kabupaten/kota di 26 provinsi, melibatkan 140 ribu petugas lapangan dan menyentuh 38,7 juta jiwa. Target peluncuran nasional penuh pada Oktober 2026.
Pondasinya adalah Infrastruktur Digital Publik (DPI) yang kokoh, berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan verifikasi biometrik—sehingga kebocoran dan penyalahgunaan bantuan bisa ditekan setepat-tepatnya.
Luhut juga mengundang Tony Blair Institute (TBI) untuk turut berkontribusi: “Membangun fondasi digital tidak bisa jalan sendiri. Kemitraan dengan pengalaman global seperti TBI sangat berharga agar manfaatnya sampai ke pelosok negeri.”
Terlebih, tahun depan Indonesia dipercaya menjadi Tuan Rumah Global DPI Summit Maret 2027. Kehadiran Tony Blair menjadi sinyal kuat pengakuan dunia atas arah transformasi digital Indonesia.
Langkah ini menjadi kunci penting agar Indonesia lepas dari perangkap pendapatan menengah (Middle Income Trap) dan melangkah tegas menuju negara maju.(Red).

Komentar

