Inovasi Sabda Daya Nusantara Bali Cegah Covid-19 Ciptakan Panca Husada (Immune Booster) -->

Iklan Semua Halaman

Inovasi Sabda Daya Nusantara Bali Cegah Covid-19 Ciptakan Panca Husada (Immune Booster)

Media DPR
Rabu, 03 Juni 2020

DENPASAR BALI | MEDIA-DPR.COM, Indonesia yang kaya akan alamnya, tidak heran jika Indonesia banyak memiliki tanaman obat yang berkhasiat. Makanya, tak heran sudah sejak lama masyarakat Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai pengobatan untuk mengatasi masalah tertentu.

Bahkan, masih ada masyarakat yang lebih memilih obat herbal dibandingkan obat berbahan kimia.

Bicara mengenai obat herbal, jamu adalah salah satu olahan herbal yang cukup familiar. Dari anak-anak sampai lanjut usia, banyak yang menyukainya. Selain berkhasiat, jamu dipilih karena memiliki efek samping pengobatan yang sangat minim.


Bahkan, tidak ada sama sekali. Mengenai jamu di Indonesia, apakah Anda tahu sejak kapan jamu ada di negara tercinta ini?

Diketahui, jamu sudah ada sekitar 1300 tahun yang lalu, tepatnya pada zaman kerajaan Mataram kuno. Fakta tersebut diperkuat dengan adanya temuan artefak “cobek dan ulekan” di situs arkeologi Liyangan yang berlokasi di lereng Gunung Sindoro, Jawa Tengah. Dan tidak bisa dipungkiri, alat tersebut masih banyak dipergunakan masyarakat sekarang untuk membuat ramuan atau keperluan rumah tangga.

Selain artefak cobek dan ulekan, ditemukan juga bukti-bukti lain yang memperkuat fakta tersebut. Misalnya alat-alat membuat jamu yang banyak ditemukan di Yogyakarta dan Surakarta, tepatnya di Candi Borobudur pada relief Karmawipangga, Candi Prambanan, Candi Brambang, dan beberapa lokasi lainnya. Konon, di zaman dulu, rahasia kesehatan dan kesaktian para pendekar dan petinggi-petinggi kerajaan berasal dari latihan dan bantuan dari ramuan herbal.


Penggunaan jamu di kalangan raja pun bukan lagi rahasia umum. Begitu juga untuk para puteri raja. Kecantikan yang dimiliki puteri kerajaan salah satunya karena perawatan tubuh yang bersumber dari tanaman herbal.

Tak hanya itu, jamu juga banyak digunakan sebagai obat tradisional para tabib zaman dulu. Selain sebagai obat minum, jamu juga banyak dipakai untuk memijat pasien.

Untuk obat minum, biasanya jamu dijajakan para perempuan yang berkeliling kampung menawarkan jamu. Biasanya kita mengenalnya dengan istilah Jamu Gendong. Eksistensinya sampai sekarang masih terjaga cukup baik.

Perlu Anda ketahui sebelumnya, jamu dipercaya berasal dari dua kata Jawa kuno, yaitu “Djampi” dan “Oesodo”. Djampi sendiri memiliki makna penyembuhan yang menggunakan obat-obatan atau doa-doa, sedangkan Oesodo berarti kesehatan. Istilah jamu ini kemudian mulai diperkenalkan ke publik tabib pengobatan tradisonal.

Jamu sendiri merupakan minuman yang berasal dari bahan-bahan alami, seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit dan batang serta buah. Sebagai suatu bentuk pengobatan tradisional, jamu memegang peranan cukup penting dalam pengobatan penduduk negara berkembang.

Jadi, bukan hanya Indonesia saja. Diperkirakan, ada 70-80% populasi di negara berkembang memiliki ketergantungan pada obat tradisional.

Secara umum jamu dianggap tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping. Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia selama ratusan tahun yang telah menggunakan obat tradisional.

Istilah jamu muncul pada zaman Jawa Baru, dimulai sekitar abad pertengahan 15-16 masehi. Karena jamu identik dengan budaya Jawa maka pengertian jamu pun di ambil dari bahasa Jawa Kuno.

Seiring dengan perkembangan zaman, jamu pun mulai berinovasi. Tidak hanya dapat ditemukan di mbak-mbak jamu gendong, jamu sekarang sudah bisa Anda dapatkan dalam bentuk minuman siap minum. Tak hanya itu, obat-obatan dokter pun banyak yang akhirnya mengombinasikan herbal dengan bahan kimia untuk memaksimalkan khasiat dari herbal tersebut.

“Kami metransformasi JAMU menjadi minuman yang lebih kekinian di saat Pendemi Corona Virus (COVID-19) mewabah di Indonesia “, kata Owner Sabda Daya Nusantara Bali Lilik Adi Goenawan S.Ag ketika di konformasi media online nasional DPR.COM Rabu (3/6)

Owner Sabda Daya Nusantara menegaskan, dari hasil penelitian yang kami lakukan terciptalah inovasi baru


‘PANCA HUSADA”
(IMMUNE BOOSTER)
Dapat di order langsung
via WA 0813 3983 9010
Harga Rp.50.000 /Pack
Netto : 70 gr (6 kali seduh)

Bermanfaat untuk :

📌 Meningkatkan immune tubuh
📌 Mencegah Corona Virus (COVID-19)
📌 Meningkatkan stamina
📌 Perbaiki metabolisme tubuh.

“Sabda Daya Nusantara Bali berupaya melestarikan Warisan nenek moyang yang harus tetap terjaga sampai kapanpun. Sebagai generasi milineal Wirausaha Muda Indonesia (WMI) sudah saatnya berperan melestarikannya,bukan malah baperan”, imbuhnya.

Di beberapa tempat, jamu dijadikan minuman yang bisa disandingkan setidaknya dengan milkshake atau setidaknya jus buah di lokasi nongkrong generasi milenial.

“Bahkan, di bilangan Jakarta Selatan, Anda sudah bisa menemukan cafe yang khusus menjual jamu, tetapi dalam format yang lebih modern.Hal ini tentunya sangat baik untuk keberlangsungan jamu di Indonesia”,pungkasnya. (LAG)
close
Info Pasang Iklan