Ny Putri Koster dan Prof.dr.DR.Luh Ketut Suryani MD Menjadi Narasumber 'Perempuan Bali Bicara'

Iklan Semua Halaman

.

Ny Putri Koster dan Prof.dr.DR.Luh Ketut Suryani MD Menjadi Narasumber 'Perempuan Bali Bicara'

Staff Redaksi Media DPR
Sabtu, 25 Juli 2020

DENPASAR BALI | MEDIA-DPR.COM, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster menjadi salah satu narasumber dalama acara bertajuk "Perempuan Bali Bicara" yang mengangkat tema "Pendampingan Anak di Rumah di Masa Pendemi Covid 19" pada Jumat kemarin (24/7).

Dalam arahannya, Ny Putri Koster menyampaikan bahwasannya untuk mencegah penyebaran Virus Corona di lingkungan sekolah, pemerintah mengambil kebijakan anak-anak belum bisa belajar seperti biasa di sekolah, melainkan dengan melakukan proses pembelajaran di rumah masing masing. Penerapan kebijakan ini tentu saja menimbulkan berbagai permasalahan tidak hanya menyangkut kesiapan sarana prasarana belajar secara online seperti gadget, laptop dan kuota internet, namun juga menuntut kesiapan serta  peran orang tua dalam hal mengawasi dan membantu proses belajar anaknya di rumah.


Berbagai persoalan lain pun muncul di mana orang tua merasa terbebani karena harus mengajar anaknya di rumah, di mana biasanya proses pembelajaran dilakukan oleh guru di sekolah dalam situasi normal. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa ketidaknyamanan baik dari sisi orang tua ataupun anak itu sendiri.

Anak menjadi stres akan beban pembelajaran yang harus diikuti dan diberikan guru, dan di sisi lain   orang tua  juga stres dengan tugas barunya, yakni tidak biasa mengajar anak-anaknya. Stres yang timbul dapat menurunkan imun tubuh dan membuat rentan tertular virus, di samping pola yang tidak tepat bisa menyebabkan trauma pada anak.

Untuk itu, Ny Putri Koster " Saya mengajak para orang tua untuk berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan penuh kasih sayang dalam proses belajar anak di rumah", kata Ny Putri Koster saat di konfirmasi MEDIA-DPR.COM, Sabtu (25/7) melalui sambungan telephone.

 
"Jangan sampai proses belajar di rumah menjadi hal yang mengerikan dan memberi trauma tersendiri bagi anak nantinya." tegasnya.

Anak-anak kita sudah cukup trauma dengan keadaan sekarang di mana mereka tidak bisa bertemu teman- temannya, bermain bersama dan situasi ini sudah cukup sulit bagi mereka. Untuk itu, mereka perlu suasana yang nyaman, penuh kasih sayang dan dukungan penuh dari orang tua agar anak-anak bisa belajar dengan baik tanpa beban, dan paling penting tidak menimbulkan trauma bagi mereka.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga menyampaikan, di balik berbagai permasalahan yang timbul dari belajar dari rumah, orang tua dapat mengambil hikmah di antaranya memanfaatkan waktu ini untuk mendekatkan hubungan dengan anak di mana biasanya orang tua sibuk di luar untuk bekerja.  Dengan  kasih sayang serta perhatian yang kita berikan kepada anak, akan membuat anak merasa nyaman dan  mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang berkarakter serta berkepribadian di masa depan.

Bunda Putri juga berharap, ke depannya agar ditemukan solusi yang tepat dari berbagai permasahan yang ada saat ini. Semua pihak sedang beradaptasi dengan situasi pandemi saat ini. Demikian pula halnya anak anak dan orang tua. Untuk itu, semua pihak diminta bersabar dan yang terpenting adalah bagaimana memberikan rasa yang nyaman kepada anak untuk belajar tanpa menimbulkan trauma baru kepada mereka.

Dengan demikian, anak-anak kita akan dapat bertumbuh dengan sehat baik secara fisik dan mental serta memiliki karakter yang kuat yang bisa menjadi generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.

Dalam acara tersebut hadir pula Prof DR dr Luh Ketut Suryani MD dari Suryani Institute For Mental Health yang juga  sebagai narasumber siang hari ini  menyampaikan bahwa pandemi Covid 19 telah memberikan trauma tersendiri bagi anak-anak.

Hal ini dikarenakan mereka tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana mestinya seperti bermain bersama teman dan pergi ke sekolah. Kemudian trauma mereka akan bisa bertambah ketika mereka harus belajar dari rumah dalam suasana penuh tekanan, stres dan tidak nyaman.

Hal ini sangat berbahaya bagi tumbuh kembang anak dan bisa menimbulkan trauma yang panjang bagi anak. Situasi belajar yang seharusnya menyenangkan menjadi hal yang menakutkan ketika orang tua di rumah tidak bisa memberikan rasa nyaman dalam belajar kepada anak anak.

Belum lagi permasalahan penggunaan teknologi atau gadget yang cenderung membuat anak kurang aktivitas secara fisik dan hanya sibuk dengan gadgetnya.

Prof Suryani juga menyoroti terkait penugasan yang diberikan kepada anak, di mana anak diminta menyebutkan nama dan data dirinya yang kemudian diupload ke media sosial, di mana menurutnya hal ini sangat berbahaya menyebarkan data anak secara luas.

"Untuk itu pihaknya meminta agar para pemangku kepentingan bisa bisa duduk bersama mencari solusi yang terbaik terkait  pola pembelajaran anak anak di masa pandemi Covid 19 ini", jelasnya.

"Bagaimana agar anak anak dalam belajar tidak merasa tertekan dan nyaman. Jangan sampai anak-anak kita pandai secara akademis, tetapi mental mereka cedera dan mereka memiliki trauma yang mendalam",pungkasnya.(HARTATIK/GUN)
close