Kepala BP3 Kecamatan Pauh Akui Ada Puluhan Hektar Sawah dan Kebun Yang Siap Panen Ditelan Banjir

Iklan Semua Halaman

.

Kepala BP3 Kecamatan Pauh Akui Ada Puluhan Hektar Sawah dan Kebun Yang Siap Panen Ditelan Banjir

Media DPR
Kamis, 26 November 2020

 


SAROLANGUN JAMBI | MEDIA-DPR.COM, Saat ini kondisi debit air Sungai Batang tembesi kian membanjiri setiap dataran rendah sepajang desa yang ada di kecamatan pauh  telah menjadi  lautan air.


Banjir ini bukan saja melanda pemukiman warga namun berdampak juga terhadap kebun dan sawah akibat dilanda banjir musiman setiap akhir tahun .



Namun demikian banjir ini telah membuat para petani tidak bisa berbuat banyak dan memilih pasrah.Hal ini di sampaikan oleh

Suganda pengelola kebun P2D desa batu ampar suganda menjelaskan saat ini semua tanaman kita yang ada sudah pada tengelam akibat banjir,jika kita lihat kondisi air yang ada pada saat ini dapat kita pastikan kebun yang kita kelola ini akan gagal panen ujarnya saat di wawancara pada rabu 25/11/2020 di lokasi banjir.



Lebih  spesifik disampaikan oleh Suganda dintaranya tanaman yang ditanam di atas lahan seluas empat hektar milik TKD ini kemungkinan besar akan gagal panen akibat banjir tanaman tersebut antara lain jagung, mentimun ,gambas dan ubi kayu 

terang nya.Ketika di tanya berapa orang yang mengelola kebun P2D  ini dijelaskan Suganda kita hanya dua kepala keluarga saja,kita hanya mengelola sedang kan anggaran biaya dari desa ujarnya.


Untuk saat ini kita hanya pasrah semoga ada perhatian nantinya dari pemerintah saat ini upaya yang akan kita lakukan saat ini belum ada kita hanya pasrah dan menonton menunggu, tutupnya. 


Sementara Citra,kepala BP3  kecamatan pauh mengatakan sedikitnya ada puluhan hektar kebun dan sawah milik kelompok tani yang telah diterjang banjir, untuk kebun yang kena banjir tersebut saat ada dua tempat di dua desa antaralain desa batu ampar dan desa batu Kucing,sedangkan sawah ada lima hektar dikelurahan pauh tepatnya di sebelah embung pauh terang kepala BP3 tersebut.Untuk saat ini kita perkirakan semua akan gagal panen,apa lagi kondisi air cukup lama nantinya,tentu semua tanaman akan mati dan busuk jelas Citra.


Pantauan media ini di lapangan  kondisi debit air terus meningkat di tambah lagi guyuran hujan deras yang terus menerus,sehingga Kondisi sungai Batang Tembesi terus naik ditambah banjir kiriman dari sungai Batang Asai dan batang limun.


Penulis :  Asmara.

close
Info Pasang Iklan