Dandim 1013/Mtw Hadiri Peresmian LPB dan KPB Oleh Bupati

Iklan Semua Halaman

.

Dandim 1013/Mtw Hadiri Peresmian LPB dan KPB Oleh Bupati

Media DPR
Selasa, 23 Februari 2021


MUARA TAWEH KALTENG | MEDIA-DPR.COM, Peresmian lembaga pengembangan bisnis dan koperasi pengembangan bisnis “Parajakian” dilaksanakan di Kantor LBP dan KPB Parajakian Desa Lemo II Kecamatan Teweh Tengah, pada hari Senin (22/02/21).


Turut hadir dalam kegiatan Bupati Barito Utara H.Nadalsyah, Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra, SH, Ketua DPRD Barito Utara Ir.Hj.Merry Rukaini, M.AP, Sekda Barito Utara Ir.H.Jainal Abidin, M.AP, Dandim 1013/Mtw Letkol Kav Rinaldi Irawan, M.Han, Ketua Pengadilan Agama Muara Teweh H.Abdul Hamid, S.Ag, Kepala Kejaksaan Negeri Muara Teweh diwakili,Ketua Koperasi Pengembangan Bisnis Edi Suryadi, Kanit Shabara Polsek Teweh Tengah Iptu.Ujang Sartono, Danramil 03/Teweh Tengah M.Guntur, Project Manager PT.PAMA, Kepala Teknik Tambang, Camat Teweh Tengah, Camat Teweh Selatan, Kepala Desa Lemo II, Kepala Desa Bintang Ninggi II dan Unsur FKPD/SOPD Barito Utara.



Dalam sambutannya Bupati Barito Utara H.Nadalsyah mengatakan,” Sebagaimana kita ketahui bersama cara sederhana program CSR dari sebuah perusahaan merupakan konsep serta tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan sebagai rasa tanggung jawabnya terhadap sosial serta lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berdiri seperti melaksanakan sesuatu untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar menjaga lingkungan sekitar Membangun fasilitas umum memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu dan memberikan bantuan dana untuk kesejahteraan masyarakat banyak pada umumnya serta masyarakat sekitar perusahaan pada khususnya,”ujarnya.


Lebih lanjut Bupati Barito Utara H.Nadalsyah menambahkan, Sebelum Mengakhiri sambutan melalui kesempatan yang baik ini Saya berpesan dan menghimbau kepada seluruh Koperasi di Barito Utara serta jajaran dinas tenaga kerja transmigrasi dan Koperasi untuk dapat mencontoh konsep-konsep koperasi dari negara-negara berkembang sebagai contoh dalam perkembangan koperasi di Indonesia pada awalnya berpola Top Down Approach hal ini dimaksudkan agar rasa memiliki terhadap koperasi dan anggotanya semakin bertumbuh sehingga para anggotanya akan segera sukarela berpartisipasi aktif apabila hal tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan maka koperasi yang benar-benar mengakar dari bawah akan tercipta tumbuh dan berkembang.(AF)

close
Info Pasang Iklan