JAKARTA | MEDIA-DPR.COM. Presiden Prabowo Subianto lantik Masinton Pasaribu S.H., Bupati dan Mahmud Effendi Lubis Wakil Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Periode 2025-2030 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/02/2025).
Ada enam Kepala Daerah (KDH) maju ke depan untuk dilantik secara simbolis oleh Presiden. Ini dipilih berdasarkan perwakilan enam agama. Ini menjadi perwakilan yang akan maju ke depan. Sedangkan KDH lain berbaris di belakang.
Perwakilan secara simbolis menandatangani berita acara pelantikan. juga disematkan tanda pangkat jabatan KDH.
01. Islam: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal
02. Katolik: Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda
03. Buddha: Wali Kota Singkawang, Tjhau Chui Mie
04. Hindu: Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata
05. Konghucu: Wali Kota Manado, Andrei Angouw
06. Kristen Protestan: Bupati Merauke, Yoseph P Gebze
Total 961 KDH yang dilantik, terdiri dari 33 Gubernur dan 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati, 362 Wakil Bupati, 85 Wali Kota, dan 85 Wakil Wali Kota akan dilantik dalam satu rangkaian prosesi.
Pelantikan KDH ini merupakan kali pertama digelar secara serentak di Istana Kepresidenan. Momen ini menandai babak baru dalam tata kelola Pemerintahan Daerah (Pemda) di Indonesia".
Selamat Kepala Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati, Wali Kota-Wakil Wali Kota Periode 2025-2030. Amanat Presiden Prabowo Subianto sumber Dinas Infokom Tapteng.
Untuk itu diminta para KDH untuk membela dan menjaga kepentingan rakyat: "Saudara adalah abdi rakyat, harus membela kepentingan rakyat".
Harus jaga kepentingan rakyat, sebagai KDH merupakan pelayan rakyat sehingga harus berjuang demi perbaikan hidup masyarakat dan itu merupakan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin."
Meskipun para KDH berasal dari Partai, Agama, dan Suku yang berbeda-beda, namun mereka tetap merupakan bagian dari keluarga besar Indonesia.
"Kita telah lahir dalam Keluarga Besar Nusantara, Keluarga Besar RI, Keluarga Besar Merah Putih, Keluarga Besar Bhinneka Tunggal Ika, kita berbeda-beda tapi kita satu." (Demak MP Panjaitan/Pance)

Komentar

